Viral! Rekening Diblokir PPATK, Dana Operasi Terancam: Jeritan Hati Warganet

- Jurnalis

Rabu, 30 Juli 2025 - 19:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blokir Rekening dari PPATK Mulai Makan Korban, Ada Pasien Tak Bisa Bayar Operasi. [TikTok]

Blokir Rekening dari PPATK Mulai Makan Korban, Ada Pasien Tak Bisa Bayar Operasi. [TikTok]

1TULAH.COM-Dunia maya digemparkan oleh kisah pilu seorang warganet dengan akun @puputtttvnla yang mengaku menjadi korban pemblokiran rekening bank.

Pemblokiran ini disebut-sebut terkait dengan aturan baru Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), yang ironisnya, membuat Puput tak bisa mengakses dana vital untuk kebutuhan operasi mendesak.

Dalam curahannya yang viral, Puput mengungkapkan kepanikan dan kekecewaan mendalam. Dana yang diduga senilai Rp28 juta tak bisa ditarik, padahal uang tersebut sangat dibutuhkan untuk biaya pengobatan.

Aturan PPATK: Antara Perlindungan dan Keresahan Rakyat

Puput tak kuasa menahan amarahnya terhadap kebijakan yang dianggapnya tidak memikirkan dampak jangka panjang bagi masyarakat kecil. Baginya, aturan ini terasa sangat meresahkan dan menyusahkan.

“PPATK meresahkan dan menyusahkan rakyat tidak berpikir jangka panjang,” tulisnya dengan nada putus asa.

Ia bahkan memberikan perumpamaan tragis, menggambarkan betapa krusialnya situasi yang sedang ia hadapi, di mana nyawa bisa menjadi taruhannya akibat kebijakan tersebut.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

“Bayangin keluarga lu mau operasi duit di rekening semua tapi malah nggak bisa ditarik,” lanjutnya, menyoroti urgensi dana yang tertahan.

“Ini definisi dibunuh oleh negara sendiri. Daripada menahan uang rakyat mendingan situs judi yang diblokir bukan rekening rakyat,” tegas Puput, menyuarakan sentimen banyak pihak yang merasa bahwa prioritas penegakan hukum harus lebih berpihak pada kepentingan rakyat.

Sebelumnya, pengacara kondang Hotman Paris juga sempat meluapkan amarahnya, menyebut kebijakan blokir rekening tidak aktif melanggar HAM dan menegaskan bahwa negara tidak berhak menahan uang rakyat.

Gelombang Simpati dan Kemarahan Warganet

Unggahan Puput sontak memicu gelombang simpati dan kemarahan dari warganet lain. Banyak yang merasa kebijakan pemblokiran rekening karena tidak aktif selama tiga bulan sangat tidak berpihak pada rakyat, terutama mereka yang tidak memiliki pemasukan tetap.

Baca Juga :  KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Dua Anggota DPRD Kota Bengkulu

“PPATK menyusahkan rakyat sekali anda,” komentar akun @yae****, menunjukkan rasa frustrasi yang sama.

Seorang warganet lain mengaku terkejut bahwa isu pemblokiran ini ternyata benar-benar terjadi dan sudah memakan korban. “Sudah ada korbannya, kukira cuma isu,” ucap @yul****.

Kritik tajam juga menyoroti logika di balik kebijakan tersebut, yang seolah tidak memahami kondisi ekonomi sebagian masyarakat. “Dikira, semua orang bisa terus ada uang buat isi saldo? Kalau nggak ada uang, nggak bisa isi saldo. Heran, kok nggak kasihan, kok nggak mikir,” timpal @isi****.

Kisah Puput ini menjadi pengingat penting bagi para pembuat kebijakan untuk lebih mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi dari setiap aturan yang dikeluarkan, terutama bagi masyarakat lapisan bawah yang rentan. Semoga kasus ini bisa segera menemukan titik terang dan menjadi pelajaran berharga ke depannya. (Sumber:Suara.cm)

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru