Prabowo Apresiasi Konsistensi China Dukung Negara Berkembang, Pererat Kemitraan Strategis Indonesia-China

- Jurnalis

Minggu, 25 Mei 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang, di Balai besar Rakyat Beijing, China, beberapa waktu lalu. [Antara/Desca Lidya Natalia]

Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) China, Li Qiang, di Balai besar Rakyat Beijing, China, beberapa waktu lalu. [Antara/Desca Lidya Natalia]

1TULAH.COM-Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah China atas konsistensinya dalam mendukung negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.

Hal ini ditegaskan Prabowo dalam sambutannya pada acara Indonesia-China Business Reception di Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Di hadapan Perdana Menteri China Li Qiang dan para pelaku usaha dari kedua negara, Presiden Prabowo menegaskan, “Saya ingin menyampaikan rasa hormat saya kepada Republik Rakyat Tiongkok yang telah konsisten membela kepentingan negara-negara yang sedang membangun, the developing countries, konsisten melawan penindasan, melawan imperialisme, melawan kolonialisme, melawan apartheid.”

Solidaritas dan Kerja Sama Lintas Sektor

Presiden Prabowo menekankan pentingnya menjalin kerja sama yang lebih dalam antara Indonesia dan China, tidak hanya di bidang ekonomi, tetapi juga dalam semangat solidaritas dan persahabatan lintas sektor. Menurutnya, konsistensi China dalam mendukung perjuangan negara tertindas, bahkan sejak sebelum menjadi kekuatan ekonomi besar seperti sekarang, adalah hal yang patut dihargai.

“Hubungan dagang, investasi, dan teknologi ini adalah bukti komitmen kita bersama untuk membangun masa depan yang lebih kuat, sejahtera, dan ramah lingkungan bagi kedua bangsa kita,” tambahnya.

Baca Juga :  Wonaco Casino: Emozioni in Quick‑Play per Sessioni Brevi e ad Alta Intensità

Proyek Strategis dan Dampak Konkret Kemitraan

Dalam forum tersebut, Prabowo juga menyoroti sejumlah proyek strategis yang telah berjalan berkat kerja sama dengan perusahaan-perusahaan asal China. Beberapa proyek tersebut antara lain Kereta Cepat Jakarta-Bandung, pengembangan kawasan industri, serta hilirisasi sumber daya alam seperti nikel.

Proyek-proyek ini, menurut Prabowo, telah memperkuat fondasi ekonomi nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa hubungan kedua negara memiliki dampak konkret bagi kesejahteraan rakyat. “Saat ini Tiongkok adalah mitra dagang kita yang terbesar,” ujar Prabowo, mengutip data perdagangan kedua negara yang kini mencapai lebih dari USD 130 miliar per tahun.

Kontribusi Pengusaha China dan Kunjungan PM Li Qiang

Presiden Prabowo juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para pengusaha China atas kontribusinya dalam penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, serta pembangunan kepercayaan di dunia usaha Indonesia. “Saya telah berjumpa dengan banyak tokoh-tokoh dari dunia usaha Tiongkok. Saya melihat komitmen mereka, saya melihat keinginan mereka untuk menyesuaikan dengan keadaan dan kondisi di Indonesia. Mereka sangat terbuka untuk mendengarkan kepentingan-kepentingan kita,” tuturnya.

Baca Juga :  76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Kehadiran Perdana Menteri China Li Qiang di Jakarta sendiri merupakan bagian dari kunjungan resmi selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Mei 2025. Li Qiang tiba pada Sabtu, 24 Mei 2025 di Jakarta melalui Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma.

PM Li Qiang dijadwalkan bertemu Presiden Prabowo di Istana Negara pada Minggu, 25 Mei 2025, yang akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dan jamuan makan siang resmi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut kunjungan ini sebagai momen untuk memperkuat kerja sama strategis menyeluruh antara kedua negara.

Lima Pilar Kerja Sama Utama Indonesia-China

Lima pilar utama kerja sama yang ingin diperkuat meliputi bidang:

  1. Politik
  2. Ekonomi
  3. Maritim
  4. Budaya
  5. Keamanan

Dengan hubungan yang semakin erat, Prabowo berharap kemitraan Indonesia-China bisa menjadi contoh solidaritas global antarnegara berkembang yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Kunjungan PM Li Qiang ke Indonesia ini menegaskan komitmen kedua negara untuk terus mempererat dan meningkatkan hubungan bilateral di berbagai bidang strategis. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE
Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning
76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!
Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan
KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid
Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:28 WIB

Indonesia Walk For Peace 2026: Perjalanan Spiritual 50 Biksu dari Bali ke Borobudur Sambut Waisak 2570 BE

Rabu, 6 Mei 2026 - 13:49 WIB

Pemkab Murung Raya Bahas Strategi Padi, Kopi, dan Kakao dalam Coffee Morning

Rabu, 6 Mei 2026 - 12:37 WIB

76% Dosen Digaji di Bawah UMR, UU Guru dan Dosen Digugat!

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:38 WIB

Oknum Polisi Viral Merokok Saat Berkendara, Polda Kalsel Turun Tangan

Rabu, 6 Mei 2026 - 10:31 WIB

KPK Usut Penukaran Uang Asing Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:55 WIB

Terungkap! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang

Rabu, 6 Mei 2026 - 06:20 WIB

Sejarah Terulang! Arsenal Lolos ke Final Liga Champions Usai Singkirkan Atletico Madrid

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:09 WIB

Bukan Oplosan, Ternyata Begini Cara “Halus” Mafia BBM Subsidi di Kalbar Beraksi

Berita Terbaru