Pemerintah Prioritaskan Rekrutmen Guru dan Perlindungan Anak untuk Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Jumat, 16 Mei 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Rapat Koordinasi Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis 15 Mei 2025. Dalam kesempatan itu, pemerintah berfokus pada dua hal untuk menyiapkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. [Suara.com/Lilis Varwati]

Suasana Rapat Koordinasi Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis 15 Mei 2025. Dalam kesempatan itu, pemerintah berfokus pada dua hal untuk menyiapkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. [Suara.com/Lilis Varwati]

1TULAH.COM-Pemerintah menunjukkan keseriusan dalam merealisasikan program Sekolah Rakyat dengan memfokuskan pada dua aspek krusial: rekrutmen tenaga pendidik berkualitas dan pemenuhan sistem perlindungan anak yang komprehensif.

Langkah ini diambil seiring dengan antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap program pendidikan inklusif ini, di mana lebih dari 9.000 calon siswa telah teridentifikasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa setelah proses asesmen calon siswa melalui pertemuan dengan orang tua, fokus utama saat ini adalah mempersiapkan calon guru dan tenaga pendidik yang akan menjadi garda terdepan dalam memberikan pendidikan berkualitas di Sekolah Rakyat.

“Sudah lebih dari 9.000 calon siswa yang telah diasesmen, dan kita membahas tentang rekrutmen guru dan tenaga pendidik,” ujar Gus Ipul usai Rapat Koordinasi Pengadaan Guru dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat di Gedung Kemensos, Jakarta, Kamis (15/5/2025).

Diperkirakan, Sekolah Rakyat akan membutuhkan antara 1.600 hingga 2.000 pengajar untuk melayani 100 titik sekolah yang direncanakan. Kebutuhan ini menjadi prioritas pemerintah untuk memastikan kualitas pendidikan yang akan diterima oleh para siswa.

Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian PANRB, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, BKN, dan Kementerian PPPA, yang semuanya menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat implementasi program prioritas nasional ini.

Baca Juga :  Polisi Tangkap DPO Penipuan Rekrutmen ASN Palsu di Kalimantan Tengah

Menteri PANRB Rini Widyantini menegaskan bahwa pihaknya memiliki dua mandat utama sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, yaitu penguatan kelembagaan Sekolah Rakyat dan penyediaan tenaga pendidik.

“Tentang penyediaan guru, kami bersama Kemendiksasmen menyusun beberapa skema yang nanti akan kami laporkan kepada Bapak Presiden. Sehingga nanti dengan skema-skema penyediaan guru bisa membantu percepatan pelaksanaan Sekolah Rakyat,” jelas Rini.

Dari sisi teknis rekrutmen, Wakil Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto memastikan kesiapan sistem seleksi tenaga pendidik yang akan digunakan. Mekanismenya akan serupa dengan rekrutmen PPPK yang telah berjalan, dengan kapasitas fasilitas seleksi yang memadai untuk menampung calon guru dalam waktu singkat.

“Kami sudah mempunyai kurang lebih 35 titik dengan fasilitas 3.500 (peserta). Sehingga kalau misalnya sudah ditetapkan kurang lebih maksimal enam hari seleksi sudah bisa kita selesaikan,” ungkap Haryomo.

Hingga saat ini, 65 unit Sekolah Rakyat di berbagai daerah telah siap secara bangunan untuk digunakan pada tahun ajaran baru 2025-2026. Program ini secara khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem, sesuai dengan arahan Presiden.

Selain fokus pada tenaga pendidik, pemerintah juga memberikan perhatian serius terhadap pemenuhan sistem perlindungan anak di lingkungan Sekolah Rakyat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa setiap siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan yang layak tetapi juga merasa aman dan terlindungi selama proses belajar.

Baca Juga :  Strategi Mendagri Perkuat Otonomi Daerah Lewat Iklim Kompetitif di National Governance Awards 2026

Gus Ipul sebelumnya telah menekankan bahwa tidak akan ada tes akademik untuk masuk Sekolah Rakyat. Calon murid yang terdata dalam Desil 1 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) akan melalui tahapan verifikasi administrasi dan kunjungan lapangan oleh pendamping sosial, Dinas Sosial, dan BPS. Selanjutnya, calon murid akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan mereka mengikuti masa orientasi dan matrikulasi.

Pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif jika ditemukan calon murid dengan kondisi kesehatan tertentu, dengan menjalin kerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk memastikan pengobatan dan pemulihan kesehatan mereka.

Dengan fokus yang jelas pada rekrutmen guru berkualitas dan sistem perlindungan anak yang kuat, pemerintah optimis bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi wadah pendidikan yang efektif dan inklusif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia. Komitmen dari berbagai pihak menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan program prioritas nasional ini demi masa depan generasi penerus bangsa. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Waket III DPRD Kalteng Minta Pemda Fokus pada Potensi Kreatif dan Modal
Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Rujab Bupati Bartim, Anggota DPR/MPR RI Bias Layar Kumpulkan Tokoh Masyarakat
Buntut Dugaan Pelecehan Seksual di Rutan Tamiang Layang, Anggota DPR RI Komisi XIII Langsung Bereaksi
Ekonomi Global Terguncang! Iran Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 107 Dolar AS
Polisi Tangkap DPO Penipuan Rekrutmen ASN Palsu di Kalimantan Tengah
Momen Akrab Presiden Prabowo di Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju: Sahabat Baik Ahmad Dhani
DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi UU PKDRT demi Perlindungan Nyata bagi Perempuan
Didominasi Perempuan, 73 CJH Murung Raya Diberangkatkan ke Tanah Suci
Tag :

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 15:18 WIB

Dorong Kemandirian Ekonomi Desa, Waket III DPRD Kalteng Minta Pemda Fokus pada Potensi Kreatif dan Modal

Senin, 27 April 2026 - 15:09 WIB

Gelar Sosialisasi Empat Pilar di Rujab Bupati Bartim, Anggota DPR/MPR RI Bias Layar Kumpulkan Tokoh Masyarakat

Senin, 27 April 2026 - 14:54 WIB

Buntut Dugaan Pelecehan Seksual di Rutan Tamiang Layang, Anggota DPR RI Komisi XIII Langsung Bereaksi

Senin, 27 April 2026 - 14:45 WIB

Ekonomi Global Terguncang! Iran Blokade Selat Hormuz, Harga Minyak Brent Tembus 107 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 - 06:08 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo di Pernikahan El Rumi-Syifa Hadju: Sahabat Baik Ahmad Dhani

Minggu, 26 April 2026 - 18:55 WIB

DPRD Kalteng Dorong Optimalisasi UU PKDRT demi Perlindungan Nyata bagi Perempuan

Minggu, 26 April 2026 - 18:04 WIB

Didominasi Perempuan, 73 CJH Murung Raya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Minggu, 26 April 2026 - 13:58 WIB

Detik-Detik Secret Service Barikade Trump dan Melania: Suasana Pesta Berubah Jadi Horor!

Berita Terbaru