Soal Tuduhan Homoseksualitas dan ‘Percakapan Tak Bermoral’, Hamas Hukum Mati Anggotanya Sendiri

- Jurnalis

Jumat, 7 Februari 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi hamas (sumber: suara.com)

Ilustrasi hamas (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dilaporkan bahwa Hamas telah menyiksa dan mengeksekusi anggotanya sendiri yang diduga memiliki hubungan sesama jenis, dokumen rahasia dari kelompok Palestina tersebut terungkap.

Berdasarkan laporan, beberapa anggota kelompok Hamas telah memperkosa korban laki-laki Israel selama serangan 7 Oktober 2023, yang menewaskan sedikitnya 1.200 orang. Kejahatan ini dilaporkan dilakukan terhadap pria Israel yang ditawan oleh Hamas setelah serangan tersebut.

Hamas sendiri memiliki daftar rekrutan yang gagal mematuhi “pemeriksaan moralitas” dengan terlibat dalam homoseksualitas, yang dengan ini mereka harus membayar “harga yang mahal”, lapor New York Post. Berdasarkan laporan ini, “kejahatan” tersebut diduga dilakukan oleh 94 rekrutan Hamas.

Ini sudah termasuk tuduhan menggabungkan “percakapan homoseksual, menggoda gadis-gadis tanpa hubungan hukum, dan sodomi”. Dokumen tersebut juga mengungkapkan adanya tuduhan pemerkosaan dan penyiksaan anak.

Salah satu tuduhan yang dilaporkan menyebutkan: “Dia (salah satu anggota Hamas) terus-menerus mengutuk Tuhan”. Pihak lain berkata, “Dia punya hubungan romantis di Facebook…Dia menyimpang dari perilaku dan moralnya”.

Tidak jelas apa yang sebenarnya terjadi dengan para rekrutan yang diidentifikasi sebagai “tidak dapat diterima” oleh Hamas. Homoseksualitas merupakan ilegal di Gaza dan dapat mengakibatkan hukuman penjara bertahun-tahun atau bahkan kematian.

Seorang mantan komandan Hamas, Mahmoud Ishtiwi, telah dieksekusi pada tahun 2016 dengan dugaan memiliki hubungan sesama jenis.

Dia ditembak dengan tiga peluru pada dadanya, hampir setahun setelah Hamas memenjarakan serta menyiksanya dengan cara menggantung mantan komandan itu pada anggota tubuhnya, kata laporan itu

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!
Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:02 WIB

Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 15:43 WIB

Saling Sindir Netizen Indo-Malaysia: Dihina Miskin Pasrah, Didoakan Presiden Selamanya Ditolak!

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Berita Terbaru