Cemburu Buta, Suami di Sukabumi Siram Istri dengan Air Keras

- Jurnalis

Selasa, 31 Desember 2024 - 09:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi air keras. Seorang Suami menyiram air keras ke istrinya. [ANTARA]

Ilustrasi air keras. Seorang Suami menyiram air keras ke istrinya. [ANTARA]

1TULAH.COM-Sebuah kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menggemparkan terjadi di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang suami tega menyiramkan air keras ke wajah istrinya sendiri. Pelaku, Gagan (57), nekat melakukan aksi keji tersebut karena cemburu buta.

Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengungkapkan bahwa pelaku telah merencanakan aksi kejinya dengan matang. Setelah pulang bekerja dari luar kota, Gagan langsung membeli air keras jenis asam sulfat 98%.

“Setibanya di rumah, pelaku langsung menyiramkan air keras ke wajah korban,” ujar Samian, Selasa (31/12/2024).

Motif Cemburu

Motif di balik aksi keji ini adalah rasa cemburu yang mendalam. Gagan merasa istrinya, Dedeh Kurniasih, menjalin hubungan dengan pria lain. Rasa cemburu yang membuncah membuatnya gelap mata dan nekat melakukan tindakan kekerasan yang sangat keji.

Baca Juga :  Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Korban Alami Luka Bakar Serius

Akibat peristiwa ini, Dedeh Kurniasih mengalami luka bakar yang cukup serius. Selain itu, dua orang lainnya yang diduga merupakan anak dan cucu korban juga mengalami luka bakar, namun dengan tingkat keparahan yang lebih ringan. Ketiga korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif di RSUD Sekarwangi.

Pentingnya Mengatasi KDRT

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang bahaya kekerasan dalam rumah tangga. KDRT adalah kejahatan yang serius dan harus ditindak tegas. Korban KDRT perlu mendapatkan perlindungan dan dukungan, baik dari keluarga, masyarakat, maupun pemerintah.

Baca Juga :  Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Apa yang Bisa Kita Lakukan?

  • Laporkan ke pihak berwajib: Jika Anda mengetahui adanya kasus KDRT, segera laporkan ke polisi atau lembaga perlindungan perempuan.
  • Berikan dukungan: Berikan dukungan moral dan psikologis kepada korban KDRT.
  • Sosialisasikan bahaya KDRT: Sebarkan informasi tentang KDRT kepada masyarakat luas untuk meningkatkan kesadaran.
  • Ubah pola pikir: Ubah pola pikir yang masih menganggap KDRT sebagai masalah pribadi. KDRT adalah kejahatan yang harus ditangani bersama.

Kasus KDRT di Sukabumi ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa kekerasan dalam rumah tangga masih menjadi masalah serius di Indonesia. Kita perlu bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan bagi semua orang. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB