Istana Wapres di IKN Nusantara: Perpaduan Modernitas dan Kearifan Lokal Dayak

- Jurnalis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istana Wapres di IKN. [Ist]

Istana Wapres di IKN. [Ist]

1TULAH.COM-Proyek pembangunan Istana Wakil Presiden (Wapres) di Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dikembangkan secara signifikan.

Bahkan nilai investasi yang ditanamkan untuk pembangunan istana wapres ini mencapai sekitar Rp 1 triliun. Lantas dengan nilai yang cukup fantastis hingga triliunan rupiah itu, bagaimana penampakannya?

Penampakan dari istana wapres itu nantinya tidak hanya soal ukuran dan fasilitas saja yang megah.

Rupanya desain istana wapres ini dirancang dengan mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari estetika budaya Indonesia hingga prinsip inklusivitas yang mendalam.

Adapun pembangunan tersebut digadang-gadang menjadi cerminan kekayaan budaya Indonesia menjelang pemindahan pusat pemerintahannya ke IKN.

Baca Juga :  Heriyus: Pencegahan Karhutla Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Salah satu aspek menarik dari proyek Istana Wapres adalah pemilihan desain arsitektur yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia, khususnya budaya Dayak.

Budaya Dayak asal Kalimantan memang dikenal dengan kekuatan simbolis dan kearifan lokalnya.

Alhasil konsep desain ini digunakan untuk menciptakan bangunan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal bagi Wakil Presiden saja, tetapi juga menjadi simbol keberagaman dan kedalaman budaya Indonesia.

Nantinya, penampakan dai istana wapres ini memiliki bentuk bangunan yang mengadopsi elemen-elemen khas Dayak.

Di antaranya elemen desain dari bentuk atap yang melengkung dengan motif yang terinspirasi dari rumah adat Dayak.

Baca Juga :  Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

Ada juga motif ukiran khas suku Dayak yang diharapkan dapat memberi nuansa kearifan local khas Kalimantan yang masih kental.

Adapun keputusan menjadikan budaya Dayak sebagai inspirasi ini agar mencerminkan komitmen pemerintah untuk membuat IKN menjadi ibu kota yang tidak hanya modern tetapi juga menghargai warisan budaya lokal.

Terakhir, selain aspek budaya, ternyata desain Istana Wapres juga memprioritaskan prinsip inklusivitas.

Nantinya bangunan ini dirancang untuk memudahkan semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas dengan memperhatikan aksesibilitasnya yang ramah.

Desain inklusif ini mencerminkan semangat pemerintahan yang terbuka dan berorientasi pada kesejahteraan semua lapisan masyarakat. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB