Roasting Pedas Inayah Wahid: Dari Gus Miftah hingga Gelar Doktor Raffi Ahmad

- Jurnalis

Selasa, 24 Desember 2024 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Inayah Wahid dan Raffi Ahmad (YouTube)

Inayah Wahid dan Raffi Ahmad (YouTube)

1TULAH.COM-Putri bungsu mantan Presiden Abdurrahman Wahid, Inayah Wahid, kembali menjadi sorotan publik setelah melontarkan kritik pedas terhadap sejumlah tokoh publik. Kali ini, giliran gelar doktor honoris causa yang diterima Raffi Ahmad menjadi sasaran sindirannya.

Dalam acara haul Gus Dur yang baru-baru ini digelar, Inayah menyuarakan pendapatnya mengenai fenomena pemberian gelar doktor honoris causa, khususnya yang diberikan kepada figur publik. Dengan gaya khasnya yang lugas dan humoris, Inayah mengaitkan pemberian gelar tersebut dengan praktik bisnis yang tidak sehat.

“Jadi influencer itu enak, bisa jadi apa aja. Contoh, bisa jadi bintang iklan, bisa jadi artis, bisa jadi penyanyi, bisa buka bisnis. Bisnis apa aja. Bisnis makeup, bisnis laundry, cuci duit, eh, maaf, cuci baju,” celetuk Inayah yang disambut tawa hadirin.

Baca Juga :  Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Inayah melanjutkan dengan menyindir praktik pemberian gelar doktor honoris causa yang dinilai terlalu mudah. “Kalo bisnis laundry itu enak. Apalagi kalo bisa COD (cash on delivery) gelar. Itu dari influencer, bisnis laundry, langsung jadi pejabat juga. Nah, itu enak tuh,” sambungnya.

Sindiran Inayah tersebut seolah ditujukan kepada Raffi Ahmad yang beberapa waktu lalu menerima gelar doktor honoris causa dari sebuah universitas di Thailand. Gelar tersebut sempat menuai kontroversi karena dianggap tidak sesuai dengan kriteria yang berlaku.

Menariknya, saat melontarkan sindiran tersebut, Inayah juga meminta maaf kepada Yuni Shara yang turut hadir dalam acara tersebut. “Eh, maaf, ada mantannya. Maaf loh mba Yuni. Lho, ada mantannya,” pungkas Inayah sambil terkekeh.

Reaksi Publik

Pernyataan Inayah ini langsung menjadi viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari publik. Ada yang mendukung pendapat Inayah, namun ada juga yang menganggapnya terlalu berlebihan.

Baca Juga :  Juara Tingkat Provinsi, Heriyus Apresiasi Prestasi Kepala Sekolah PAUD Murung Raya

Beberapa netizen menilai bahwa sindiran Inayah tersebut merupakan bentuk kritik yang membangun terhadap praktik pemberian gelar doktor honoris causa yang sembarangan. Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Inayah seharusnya lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritiknya.

Pernyataan Inayah Wahid ini sekali lagi menunjukkan keberaniannya dalam menyuarakan pendapat. Meskipun gaya bicaranya terkadang dianggap kontroversial, namun kritik-kritik yang dilontarkannya seringkali mengandung kebenaran.

Kasus pemberian gelar doktor honoris causa kepada Raffi Ahmad memang menjadi sorotan publik. Banyak yang mempertanyakan kredibilitas gelar tersebut dan menilai bahwa pemberian gelar seharusnya didasarkan pada kontribusi nyata di bidang akademik. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB