Erupsi Gunung Semeru: Abu Vulkanik Melambung 800 Meter dari Kawah

- Jurnalis

Selasa, 24 Desember 2024 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Gunung Semeru. Sumber foto : pmjnews.com

Kondisi Gunung Semeru. Sumber foto : pmjnews.com

1TULAH.COM – Gunung Semeru, yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi pada Selasa petang dengan kolom letusan mencapai ketinggian 800 meter di atas puncaknya.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang dirilis ANTARA, menyampaikan bahwa erupsi terjadi pada Selasa, 24 Desember 2024, pukul 17.41 WIB.

Kolom abu terlihat menjulang sekitar 800 meter dari puncak, atau setara dengan 4.476 meter di atas permukaan laut.

Menurut Sigit, kolom abu tersebut tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat daya.

Erupsi ini terekam oleh seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan berlangsung selama 101 detik. Catatan petugas menunjukkan bahwa Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak tujuh kali pada hari yang sama.

Baca Juga :  Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Letusan pertama terjadi pada pukul 00.09 WIB dengan ketinggian mencapai 900 meter di atas puncak.

Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 04.44 WIB dengan tinggi letusan serupa, yakni 900 meter. Pada pukul 10.45 WIB, erupsi kembali terjadi, namun kolom letusan tidak terlihat karena terhalang kabut.

Gunung Semeru kembali meletus pada pukul 13.44 WIB dengan kolom abu setinggi 700 meter, diikuti letusan pada pukul 15.51 WIB yang tidak teramati secara visual.

Pukul 17.09 WIB, letusan kembali terlihat dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter, dan erupsi terakhir pada pukul 17.41 WIB dengan ketinggian letusan mencapai 800 meter.

Sigit menegaskan bahwa Gunung Semeru saat ini berstatus waspada. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, salah satunya melarang aktivitas masyarakat di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius delapan kilometer dari puncak.

Baca Juga :  Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Di luar radius tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 13 kilometer dari puncak.

Selain itu, masyarakat diminta tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berisiko terhadap lontaran batu pijar.

PVMBG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan awan panas, guguran lava, serta lahar hujan yang berpotensi mengalir di sepanjang sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Sungai-sungai tersebut meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak sungai dari Besuk Kobokan.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar
Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:07 WIB

Atasi Karhutla Taman Nasional Tanjung Puting, Presiden Prabowo Kirim 200 Pompa Air dan Anggaran Rp2 Miliar

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB