BMKG Peringatkan Banjir Lahar Hujan Gunung Lewotobi Laki-Laki, Warga Antisipasi Mengungsi

- Jurnalis

Senin, 18 November 2024 - 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

1TULAH.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi terjadinya banjir lahar hujan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara Timur (NTT) seiring dengan datangnya musim hujan dan cuaca ekstrem yang dipengaruhi oleh fenomena La Nina. Situasi ini memerlukan perhatian khusus karena dapat berdampak serius pada daerah sekitar.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung maupun jalur aliran sungai agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Masyarakat disarankan untuk menjauhi bantaran sungai yang berasal dari lereng gunung yang telah atau sedang mengalami erupsi. Langkah ini penting untuk menghindari risiko bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Dwikorita menjelaskan bahwa banjir lahar hujan merupakan banjir besar dan mendadak yang terjadi ketika air hujan membawa material vulkanik hasil erupsi gunung berapi. Material tersebut, seperti pasir, abu, bebatuan, bahkan kayu atau pohon, dapat menimbulkan kerusakan besar.

Contohnya, banjir lahar hujan yang pernah terjadi di Sumatera Barat menimbulkan ancaman serius bagi nyawa penduduk, menutupi pemukiman, dan mengangkut batu besar di sepanjang aliran sungai.

Baca Juga :  Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun "Singa Podium" Meninggal Dunia

Potensi banjir lahar hujan ini semakin besar karena sebagian material vulkanik dari erupsi seringkali tertinggal di puncak gunung. Saat hujan deras melanda, material tersebut bisa terbawa air dan menyebabkan banjir.

Situasi ini diperburuk oleh fenomena La Nina yang meningkatkan curah hujan hingga 20-40 persen di berbagai wilayah Indonesia.

Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga Maret atau April 2025, sehingga masyarakat diimbau untuk terus waspada terhadap ancaman bencana yang mungkin terjadi.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara
Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng
Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem
Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan
Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng
Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?
Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana
MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:31 WIB

Bupati Eddy Raya Tegaskan Komitmen Pemkab Barsel dalam Penanganan Karhutla di Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:22 WIB

Rencana Gaji PNS dan ASN Lewat Koperasi Merah Putih Menuai Sorotan: Anggota DPRD Kalteng Wanti-wanti Kesiapan Sistem

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Aspirasi Warga Katingan: Perbaikan Jalan, Air Bersih, Listrik, hingga Penguatan Ekonomi Jadi Fokus DPRD Kalteng

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

Senin, 19 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Geger Benda Berkabel Ditemukan di Perkebunan Kotim Usai Dentuman Misterius Membahana

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:02 WIB

MUI dan Publik Desak Hukuman Mati Kasus Korupsi Bencana BNPB, Begini Respon Resmi KPK

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Innalillahi, Ulama Kharismatik KH Syukron Ma’mun “Singa Podium” Meninggal Dunia

Berita Terbaru

Berita

Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

Jumat, 23 Okt 2026 - 08:30 WIB