8 Bulan Tak Pernah Digaji, Begini Nasib Karyawan Indofarma

- Jurnalis

Selasa, 3 September 2024 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT. Indofarma (sumber : serangnews)

PT. Indofarma (sumber : serangnews)

1TULAH.COM – Ketua Umum Serikat Pekerja (SP) PT Indofarma Tbk (INAF), Meidawati mencurahkan isi hatinya yang dimana para karyawan tak dibayarkan oleh manajemen. Setidaknya, Ia menyebutkan bahwa para karyawan tak digaji dari bulan Januari hingga Agustus 2024.

Meidawati mengatakan jika beberapa karyawan juga hanya digaji setengah dari total gaji yang sudah disepakati.

“50-90 persen itu yang diterima dari Januari sampai Agustus. Sampai tanggal ini September juga belum gajian. Artinya sejak Januari sampai September kami tak menerima gaji secara full. Ada juga tunjangan-tunjangan yang belum dibayarkan,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/9/2024).

Terkait mengenai rencana jual aset Indofama, Meidawati menilai, itu memerlukan proses yang panjang. Padahal, para karyawan memeuka dana untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Waspada! Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, DPRD Kalteng Ingatkan Potensi Karhutla di Kotim

“Bicara penjualan aset ini tidak mudah, dan butuh proses. Sementara kami sudah di titik terbawah, ketika gajian tidak full, tidak terbayarkan. Sedangkan banyak hal-hal yang perlu diurus, untuk makan saja sudah susah,” kata dia.

Namun demikian, Meidawati menuturkan, jika ada kepastian dari Kementerian BUMN untuk memperlaju proses penjualan aset Indofarma, maka pihaknya akan memberi dukungan.

Ia menambahkan, ada sekitar 1.100 karyawan yang saat ini masih belum mendapatkan hak penuh dari Indofarma.

“Tapi harapan kami bicara soal hak-hak kami, yang pertama bisa dibayarkan. Yang kedua gaji bisa dinormalkan, artinya sampai sekarang dari awal tahun kami tidak mendapatkan gaji yang penuh. Dan yang sudah pensiun kan belum dibayarkan juga sudah hampir dua tahun,” ucap dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menegaskan PT Indofarma Tbk (INAF) sedang mengusahakan untuk membayarkan gaji para pegawai sebesar Rp 95 miliar. Salah satunya ialah dengan menjual aset-aset Indofarma yang tersisa.

Baca Juga :  Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut

“Untuk itu mereka lakukan efisiensi sehingga nanti untuk pegawai kita sedang menyediakan penjualan aset yang akan kita jual bertahap untuk menyelesaikan isu kepegawaian supaya mendapatkan efisien ke depan,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Pria yang biasanya dipanggil Tiko itu melanjutkan, pihaknya akan mengubah bisnis Indofarma di masa depan.

Kedepannya, Indofarma tak lagi menyediakan produk yang tersedia tau ready stock, akan tetapi hanya akan mengerjakan pesanan alat kesehatan dari pihak lain.

“Kami merencanakan Indofarma ini akan menjadi perusahaan yang istilahnya made to order, makloon,” ucap dia.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Berita Terkait

Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penyusunan Anggaran 2026, Bupati Shalahuddin: Setiap Rupiah Adalah Amanah Masyarakat
Percepat! Raperda Sengketa Pertanahan Kalteng Dikebut, Pemprov–DPRD Target Rampung Sebelum Agustus 2026
Hadiri Rakornas, Wakil Bupati Barito Utara Bahas Antisipasi Kekeringan Ekstrem
Waspada! Kenaikan Harga BBM Ancam Ekonomi, Gubernur Kalteng Gerak Cepat Perkuat Pengawasan
Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 
Polres Lebak Usut Dugaan Penipuan Travel Umrah Bodong Rugikan Jemaah Ratusan Juta
Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang
Breaking News: Lagi di Pondok Satu Keluarga di Serang, 5 Tewas satu Kritis

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:17 WIB

Entry Meeting Evaluasi Perencanaan dan Penyusunan Anggaran 2026, Bupati Shalahuddin: Setiap Rupiah Adalah Amanah Masyarakat

Senin, 20 April 2026 - 21:08 WIB

Percepat! Raperda Sengketa Pertanahan Kalteng Dikebut, Pemprov–DPRD Target Rampung Sebelum Agustus 2026

Senin, 20 April 2026 - 21:02 WIB

Hadiri Rakornas, Wakil Bupati Barito Utara Bahas Antisipasi Kekeringan Ekstrem

Senin, 20 April 2026 - 20:59 WIB

Waspada! Kenaikan Harga BBM Ancam Ekonomi, Gubernur Kalteng Gerak Cepat Perkuat Pengawasan

Senin, 20 April 2026 - 20:48 WIB

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 April 2026 - 15:44 WIB

Wakil Ketua II DPRD Kalteng Hadiri Retret Pimpinan Parlemen se-Indonesia di Akmil Magelang

Senin, 20 April 2026 - 13:32 WIB

Breaking News: Lagi di Pondok Satu Keluarga di Serang, 5 Tewas satu Kritis

Senin, 20 April 2026 - 12:28 WIB

Strategis! Pengendalian Inflasi Kalimantan Tengah Diperkuat Lewat GPM, Pasar Murah, dan Bantuan Pangan

Berita Terbaru

Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Aula A Kantor Bupati Mura, Senin (20/4/2026).

Berita

Tekan Angka Stunting, Pemkab Mura Perkuat Kolaborasi 

Senin, 20 Apr 2026 - 20:48 WIB