Tren Baru: Kuliah Jurusan Pernikahan, Solusi untuk Tingkatkan Angka Kelahiran di Tiongkok?

- Jurnalis

Minggu, 4 Agustus 2024 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kuliah (Freepik/master1305)

Ilustrasi kuliah (Freepik/master1305)

1TULAH.COM-Fenomena menarik muncul dari Tiongkok, di mana sebuah universitas meluncurkan jurusan yang fokus pada pernikahan. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap tantangan penurunan angka pernikahan dan kelahiran yang sedang dihadapi negara tersebut. Apakah program studi ini dapat menjadi solusi untuk mengatasi masalah sosial yang kompleks ini?

Tiongkok, negara dengan populasi terbesar di dunia, tengah menghadapi tantangan demografi yang serius. Penurunan drastis angka pernikahan dan kelahiran telah menjadi perhatian utama pemerintah dan masyarakat. Sebagai respons terhadap isu ini, sebuah langkah inovatif diambil dengan diluncurkannya program studi “Layanan dan Manajemen Pernikahan” di Universitas Urusan Sipil.

Mengapa Angka Pernikahan di Tiongkok Menurun?

Beberapa faktor kompleks berkontribusi terhadap penurunan angka pernikahan di Tiongkok, antara lain:

  • Tekanan ekonomi: Biaya hidup yang tinggi, terutama di kota-kota besar, membuat generasi muda merasa kesulitan untuk menikah dan membiayai keluarga.
  • Perubahan nilai: Nilai-nilai tradisional mengenai pernikahan dan keluarga mulai terkikis, terutama di kalangan generasi muda yang lebih individualistis.
  • Peningkatan pendidikan perempuan: Semakin banyak perempuan Tiongkok yang mengejar pendidikan tinggi dan karier, sehingga menunda atau bahkan memilih untuk tidak menikah.
  • Tekanan sosial: Tekanan untuk sukses dalam karier dan mencapai status sosial yang tinggi membuat banyak orang mengutamakan pekerjaan daripada membangun keluarga.
Baca Juga :  Minta Kader Rapat Barisan, Megawati Kenang Militansi Banteng Jatim Lawan Orde Baru

Harapan Baru dari Jurusan Pernikahan

Program studi “Layanan dan Manajemen Pernikahan” ini hadir sebagai upaya untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Kurikulum yang ditawarkan mencakup berbagai aspek pernikahan, mulai dari psikologi pernikahan, manajemen keuangan keluarga, hingga perencanaan pernikahan. Tujuannya adalah untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan pernikahan yang bahagia dan berkelanjutan.

Apa Saja yang Diajarkan dalam Jurusan Ini?

  • Psikologi Pernikahan: Memahami dinamika hubungan dalam pernikahan, komunikasi efektif, dan penyelesaian konflik.
  • Manajemen Keuangan Keluarga: Merencanakan anggaran, mengelola utang, dan berinvestasi untuk masa depan keluarga.
  • Perencanaan Pernikahan: Mengorganisir acara pernikahan, memilih vendor, dan mengatur segala hal yang berkaitan dengan pernikahan.
  • Hukum Keluarga: Memahami hukum pernikahan dan perceraian, hak dan kewajiban suami istri, serta hak anak.
  • Seksualitas dan Kesehatan Reproduksi: Pendidikan tentang seksualitas yang sehat, kontrasepsi, dan kesehatan reproduksi.
Baca Juga :  Mini Turnamen Domino Orado: 4 Tim Unggulan tersingkir, Kuda Hitam AS melejit

Potensi dan Tantangan

Peluncuran jurusan pernikahan ini tentu saja disambut dengan berbagai reaksi. Di satu sisi, program ini menawarkan harapan baru untuk mengatasi krisis pernikahan di Tiongkok. Dengan membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pernikahan dan mengurangi angka perceraian.

Namun, masih ada beberapa tantangan yang perlu diatasi. Pertama, keberhasilan program ini sangat bergantung pada relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, stigma sosial yang masih melekat pada masalah pernikahan dan keluarga dapat menghambat minat mahasiswa untuk mengambil jurusan ini. Ketiga, perubahan budaya yang mendalam membutuhkan waktu yang lama dan upaya yang berkelanjutan.

Peluncuran jurusan pernikahan di Tiongkok merupakan langkah berani dalam menghadapi tantangan demografi yang kompleks. Meskipun masih banyak tantangan yang harus diatasi, program ini memiliki potensi untuk menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas kehidupan keluarga di Tiongkok. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang
Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng
Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi
Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado
Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025
Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah
Kadin A Bentrok El Family A di Final Turnamen Domino Orado Bloc Bee
Dinilai Tak Empati Bencana Karhutla, Akun Disbudpar Kalteng Diserbu Netizen Soal Ucapan Ultah
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Ratusan Hektare Lahan di Palangka Raya Terbakar, Status Tanggap Darurat Karhutla Diperpanjang

Selasa, 25 Agustus 2026 - 07:20 WIB

Infrastruktur Pemukiman Jadi Keluhan Utama Warga Kalibata saat Reses Anggota DPRD Kalteng

Selasa, 25 Agustus 2026 - 06:18 WIB

Aturan Masa Jabatan Kapolri Digugat ke MK: Celah Intervensi Politik dan Ancaman Independensi

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Alarm Korupsi di Menara Gading: Catatan Merah ICW 2006–2025

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Tragedi di Tengah Kepulan Asap: Saat Rumah Bekantan Musnah

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:13 WIB

Kadin A Bentrok El Family A di Final Turnamen Domino Orado Bloc Bee

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Dinilai Tak Empati Bencana Karhutla, Akun Disbudpar Kalteng Diserbu Netizen Soal Ucapan Ultah

Berita Terbaru

El Family A juara Mini Turnamen Domino Orado Bloc Bee Coffe

Berita

Selamat, El Family A Juara Mini Turnamen Domino Orado

Senin, 24 Agu 2026 - 23:56 WIB