Ini Gejala Hipoproteinemia, Kadar Protein Tubuh Rendah

- Jurnalis

Rabu, 6 Maret 2024 - 19:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi makanan berprotein tinggi. (pixabay/stevepb)

Ilustrasi makanan berprotein tinggi. (pixabay/stevepb)

1TULAH.COM – Kadar protein yang berada di luar kisaran normal dalam darah bisa berdampak negatif pada kesehatan secara menyeluruh. Salah satu masalah yang muncul akibat kadar protein yang rendah adalah hipoproteinemia, yang ditandai dengan gejala seperti kelelahan yang berlebihan, kelemahan fisik, dan rentan terhadap infeksi. Untuk mencegah hipoproteinemia, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak protein.

Protein memiliki peran penting dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk pembentukan tulang, otot, kulit, dan organ tubuh lainnya. Karena tubuh tidak dapat menyimpan protein untuk jangka waktu yang lama, kita harus memastikan asupan protein harian terpenuhi melalui makanan.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Meskipun hipoproteinemia jarang terjadi di negara berkembang, kondisi ini bisa terjadi pada mereka yang menjalani diet tertentu. Gejalanya meliputi kelelahan, kelemahan, rambut rontok, kuku rapuh, kulit kering, perubahan suasana hati, dan keinginan untuk mengonsumsi makanan kaya protein. Namun, gejala kekurangan protein juga dapat menandakan adanya masalah kesehatan lain seperti anemia atau gangguan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga :  Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hipoproteinemia antara lain pola makan yang tidak seimbang, gangguan hati seperti hepatitis dan sirosis, masalah ginjal seperti pada penderita hipertensi, diabetes, dan penyakit ginjal tertentu, penyakit Celiac, serta penyakit radang usus seperti penyakit radang usus (IBD). Karena berbagai penyebabnya, diagnosis hipoproteinemia memerlukan pemeriksaan medis yang cermat dan berkonsultasi dengan dokter, terutama jika mengalami gejala yang telah disebutkan sebelumnya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya
Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini
Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan
Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui
BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu
Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB
Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan
Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:24 WIB

Waspada Hantavirus di Indonesia: 23 Kasus Terdeteksi, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya

Jumat, 24 April 2026 - 13:00 WIB

Waspada! 50% Anak Usia 3-14 Tahun Terpapar Risiko Diabetes Akibat Kebiasaan Ini

Selasa, 14 April 2026 - 12:55 WIB

Jaga Stamina Jelang Haji, Ini Latihan Fisik yang Dianjurkan

Senin, 13 April 2026 - 22:25 WIB

Sering Pakai HP? Ini Risiko Sebenarnya yang Perlu Diketahui

Selasa, 7 April 2026 - 18:58 WIB

BNN Usulkan Larangan Vape di Indonesia, Samakan Perangkatnya dengan ‘Bong’ Sabu

Senin, 6 April 2026 - 15:33 WIB

Waspada! Lonjakan Kasus Campak di Indonesia Awal 2026: 58 Wilayah Berstatus KLB

Minggu, 5 April 2026 - 20:10 WIB

Ketahui Bahaya Konsumsi Teh Susu Berlebihan

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:42 WIB

Dugaan Malpraktik RSUD Doris Sylvanus: Suyuti Syamsul Sebut Tuduhan Mudah Dipatahkan

Berita Terbaru

Berita

Chicken Road Casino: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:14 WIB