Gus Samsudin Ditetapkan Sebagai Tersangka Bolehkan Tukar Pasangan, Pesulap Merah: Kena Mental Kau!

- Jurnalis

Sabtu, 2 Maret 2024 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pesulap Merah (sumber: suara.com)

Potret Pesulap Merah (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Marchel Radival atau yang lebih dikenal dengan Pesulap Merah turut buka suara terkait penetapan tersangka Gus Samsudin atas kasus UU ITE usai video aliran sesat tukar pasangan viral.

Pesulap Merah yang dulunya pernah terlibat perseteruan dengan Gus Samsudin mengatakan jika hal ini menjadi bukti jika selama ini telah terjadi pembodohan publik dan masih saja dibela oleh para pemujanya.

Oleh karena itu, ia memberikan sindiran keras ke pendukung Gus Samsudin yang dulu pernah menuduhnya melakukan fitnah.

“Ingin rasanya gue teriak di depan muka para penjilat pembodohan dukun Samsudin yang dulu fitnah Pesulap Merah dengan tuduhan Pesulap Merah itu cuma fitnah/iri/dengki berkedok edukasi dengan kata-kata,” tulisnya, dilihat Sabtu (2/3/2024).

Baca Juga :  Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Ia kemudian menyebut jika kasus ini membuat pendukung Gus Samsudin Jadab kena mental lantaran membela idola yang ternyata telah membodohi.

“Makan tuh ilmu sp*rik*nt*l yang lu anggap asli! Kena mental kan kau sekarang setelah idolamu (Gus Samsudin) mengakui selama ini membodohimu?” ungkapnya.

“Dukun idola lu (Gus Samsudin) sekarang jadi tersangka pembodohan publik tuh,” sambungnya.

Untuk diketahui, Gus Samsudin ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Polda Jawa Timur, Jumat 1 Maret 2024 gara-gara video aliran sesat.

Dalam kasus itu, lelaki 35 tahun ini dijerat UU ITE dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

Baca Juga :  Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Dalam video aliran sesat yang menyeret Gus Samsudin itu memperlihatkan sejumlah orang berpakaian bak ustaz dan kiayi bersama sejumlah jemaah. Hadir salah satu di antaranya perempuan bercadar.

Seorang lelaki dalam video yang berpakaian bak kiyai mengatakan jika di alirannya diperbolehkan berhubungan badan meski bukan muhrim, asal suka sama suka.

Usai video aliran sesat tukar pasangan itu viral, Gus Samsudin muncul memberikan klarifikasi. Ternyata dirinya merupakan dalang di balik video itu. Menurutnya video tersebut dibuat untuk tujuan menghibur.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB