Musim Penghujan, Air Sumur di Kalteng Tak Layak Konsumsi? Ini Saran Legislator Kalteng

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kalteng,  Alexius Esliter. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Kalteng, Alexius Esliter. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Ketersediaan air bersih di wilayah Kalteng masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah setempat. Meskipun sebagian besar wilayahnya berada di tepian bantaran sungai, terutama saat musim penghujan seperti saat ini.

Air sumur atau tanah yang masih menjadi andalan warga setelah air sungai, biasanya akan menjadi keruh, sangat tidak layak untuk dipergunakan sebagai air untuk kebutuhan sehari-hari.

Anggota DPRD Kalteng, Alexius Esliter mengatakan pembangunan sarana air bersih untuk wilayah perdesaan hendaknya semakin ditingkatkan oleh pemerintah.

Pasalnya, khususnya di Kalteng masih terdapat banyak desa yang tidak memiliki sarana air bersih, sehingga membuat masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga :  Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

“Misalnya seperti sejumlah desa di wilayah Dapil II meliputi Kotim dan Seruyan, banyak yang kesulitan mendapatkan air bersih, maka sarana itu perlu dibangun secara merata,” ucap Alexius Esliter, Rabu (7/2/2024).

Dalam upaya membangun sarana air bersih ini, pemerintah terutama daerah di Kalteng bisa memikirkan solusi, misalnya memperluas jaringan PDAM hingga desa maupun membangun bendungan sebagai tempat penampungan.

“Kebutuhan akan air bersih ini merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi, dan ini juga berkaitan dengan kesehatan. Sebab, jika air yang dikonsumsi tidak bersih maka bisa menyebabkan penyakit,” ujarnya.

Baca Juga :  Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Ia mengungkapkan, pada dasarnya setiap desa pastinya memiliki sungai maupun sumur, akan tetapi kebanyakan sungai sekarang ini tercemar, dan ketika musim penghujan, air sumur menjadi keruh dan tidak bisa dikonsumsi.

“Jadi sangat kita harapkan kebutuhan masyarakat ini bisa dipenuhi oleh pemerintah dengan solusi, supaya kedepan tidak ada lagi desa yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan hidup,” tukasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka
Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar
Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara
Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak
Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:01 WIB

Bahaya Kabut Asap, DPRD Kalteng Minta Pemda Batasi Kegiatan di Ruang Terbuka

Senin, 7 September 2026 - 14:03 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat TNI Disesuaikan, Warga Dayak Bertato Adat Bisa Mendaftar

Senin, 7 September 2026 - 09:02 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau: Sekolah PJJ, Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara

Senin, 7 September 2026 - 08:51 WIB

Gunung Ile Lewotolok di NTT Dua Kali Erupsi Pagi Ini, Kolom Abu Capai 600 Meter di Atas Puncak

Minggu, 6 September 2026 - 17:01 WIB

Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Minggu, 6 September 2026 - 13:29 WIB

Analisis BRIN: Erupsi Gunung Anak Krakatau Menembus Stratosfer dan Berpotensi Dinginkan Suhu Bumi

Berita Terbaru