Fakta Menarik, Akram Afif Ternyata Tidak Ada Keturunan Darah Qatar

- Jurnalis

Kamis, 8 Februari 2024 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemain Qatar Akram Afif (kanan) merayakan kemenangan timnya atas Lebanon di laga perdana Grup A Piala Asia 2023 di Stadion Lusail di Lusail, Doha, Jumat 12 Januari 2024 (sumber: suara.com)

Pemain Qatar Akram Afif (kanan) merayakan kemenangan timnya atas Lebanon di laga perdana Grup A Piala Asia 2023 di Stadion Lusail di Lusail, Doha, Jumat 12 Januari 2024 (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Menjadi bintang Qatar, penampilan Akram Afif patut diapresiasi dalam kemenangan atas Iran pada babak semifinal Piala Asia 2023 di Stadion Al Thumama, pada Rabu (7/2/2024).

Bagaimana tidak, Akram Afif sukses mencetak satu gol dan mengirimkan satu assist untuk gol pertama Qatar yang diselesaikan oleh Abdulsallam.

Qatar menang 3-2 atas Iran sekaligus lolos ke partai final Piala Asia 2023. Di partai puncak, sang juara bertaja akan berhadapan dengan kuda hitam Yordania.

Berbicara mengenai Akram Afif, pemain 27 tahun ini mempunyai silsilah yang menarik. Bahkan, jika dirunut, tidak ada darah Qatar di dalam dirinya.

Lahir dengan nama Akram Afif di Doha, Qatar, pada 11 Maret 1996. Tetali, kedua orangtuanya bukanlah orang Qatar.

Ayah Akram Afif ialah Hassan Afif yang berdarah Somalia-Yaman dan lahirnya di Tanzania. Sedangkan sang ibu berasal dari Yaman.

Lalu , bagaimana Akram Afif bisa lahir di Qatar?

Semua disebabkan oleh sang ayah yang merupakan pesepak bola. Hassan Afif dulunya merupakan pemain Timnas Somalia. Ia bermain untuk klub lokal Simba SC dan Horseed FC, lalu kemudian direkrut klub Qatar, Al-Gharafa SC.

Pensiun di Al-Ghatafa, Hassan Afif mengubah kewarganegaraannya menjadi Qatar. Usai pensiun, ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih di klub yang sama pada 1986-1987.

Hassan Afif pun menyekolahkan Akram Afifi di sekolah sepak bola tim junior Al Markhiya Qatar pada tahu. 2004. Lalu kemudian pindah ke tim junior Al Sadd Qatar pada 2006.

Kemudian Akram Afif masuk ke Akademi Aspire pada tahu. 2009 dan sempat dipinjamkan ke Sevilla pada 2012 hingga 2014.

Walau tidak memiliki darah Qatar, siapa sangka Akram Afif kini sudah mengantongi 100 caps bersama Timnas Qatar dengan sumbangan 30 gol.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026
M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours
Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi
Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara
Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 23:13 WIB

Bungkam Timor Leste 3-0, Indonesia Jaga Asa Lolos Fase Gugur Piala AFF 2026

Minggu, 26 Juli 2026 - 04:43 WIB

M. Kiandra Ramadhipa Bidik Puncak Klasemen Moto3 Junior World Championship 2026 di Magny-Cours

Sabtu, 25 Juli 2026 - 20:18 WIB

Phil Foden Teken Kontrak Baru, Maresca Siap Kembalikan Performa Terbaiknya

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:56 WIB

Simak di Sini! Cara Nonton Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina: Live di TVRI dan Streaming Resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:41 WIB

Bukan Sekadar Skor 2-1, Semifinal Piala Dunia 2026 Jadi Ujian Nyata Karakter Juara

Rabu, 15 Juli 2026 - 07:04 WIB

Argentina vs Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026: Mengulang Memori Ikonik 1986 dan 1998

Berita Terbaru