1TULAH.COM – Lagi-lagi selebgram Fujianti Utami Putri atau yang biasa disapa Fuji menjadi sorotan setelah beredar beberapa percakapan kasar yang di lontarkan kepada karyawan karena diduga telat membayarkan gaji.
@hay_tje mengungkapkan bahwa dirinya ialah karyawan Fuji yang terlambat mendapatkan gajinya.
“Alhamdulillah akhirnya ditransfer saja juga,” tulis akun tersebut.
Sandy Arifin, selaku kuasa hukum Fuji mengatakan bahwa pihaknya ingin berkonsultasi dengan kepolisian terkait hal tersebut.
“Kita ingin berkonsultasi, sebenarnya bukan masalah baru, tapi kita mendapatkan informasi bahwa ada chat ka Fuji dengan orang yang pernah bekerja bersama beliau itu diposting, kita akan konsultasi apakah bisa dilaporkan juga,” ucap Sandy Arifin, kuasa hukum Fuji saat ditemui di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (6/11).
Sementara, Fuji menegaskan bahwa telah membayar gaji karyawannya tersebut. Ia juga mebeberkan alasan mengapa dirinya menunda pembayaran gaji terhadap karyawannya itu.
“Kalau dibayar sudah, tadi malam. Dia kan masih masa probation. Maksud aku kalau misalnya sudah berhenti kerja, pamit dengan baik-baik gitu loh. Bukan sekadar tiba tiba besok sudah tidak ada padahal besok aku ada pekerjaan lagi kan, harus ada cameraman. Tiba tiba pergi gitu aja. Jadi aku cuma nunggu dia datang ke rumah sih, pamitan dengan baik karena datang dengan baik, pergi dengan baik,” jelas Fuji.
Fuji sangat menyayangkan atas sikap mantan karyawannya tersebut yang dianggap kurang sopan. Namun, meskipun begitu Fuji tetap meminta maaf jika ada perbuatannya yang membuat kesal.
“Aku minta maaf kalau aku ada salah, maaf kalau gajinya kemarin ada problematik. Cuma itu sebenarnya sudah dihandle sama manajer aku. Dia udah chat sendiri sama mas Abdul-nya kalau misalnya mau (dibayar), ya datang aja ke rumah/ Sebenarnya kayak gitu aja sih, sesimple gitu aja. Kalau misalkan ada hal yang tidak mengenakan hati, dari perkataanku, aku minta maaf,” tutur Fuji.
Sandy Arifin selaku kuasa hukum Fuji memberi peringatak keras kepada para penyebar informasi yang merugikan kliennya.
Ia akan membawa ke jalur hukum jika pemberitaan tersebut masih beredar.
Penulis : Wanda Hanifah Pramono
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

