1tulah.com, BUNTOK– Dalam upaya menghindari dampak buruk akibat kabut asap yang melanda Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Dinas Pendidikan (Disdik) mengurangi waktu kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah.
“Kita telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penyesuaian Proses Belajar Mengajar (PBM) selama kondisi adanya kabut Asap di wilayah ini,” ujar Syahdani Plt. Kepala Disdik Kabupaten Barsel saat diwawancarai di kantornya, Rabu (4/10/2023).
Ia menyampaikan, pengurangan jam belajar tersebut berdasarkan SE Pj. Bupati Barsel No : 660/566/IX/DLH/2023 tanggal 6 September 2023 tentang Himbauan Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan dan Menggunakan Masker, karena Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kabupaten Barsel masuk dalam katagori sangat tidak sehat.
“SE ini berlaku hingga batas waktu tidak tertentu tergantung keadaan,” ucapnya.
Ia menuturkan, menanggapai SE Pj. Bupati tesebut dan hasil dari rapat Kepala Disdik beserta jajaran bersama perwakilan pengawas dan Kepala Sekolah pada tanggal 29 September 2023.
“Maka selama kondisi kabut asap ini dilakukan pengurangan jam belajar pada satuan pendidikan TK/PAUD, SD dan SMP di Kabupaten Barsel dengan SE No.420/1757/Disdik III.1/IX/2023, tentang penyesuaian proses PBM selama kabut asap masih ada,” tutur Syhdani.
Ia menerangkan, ada tujuh poin yang tertuang dalam SE tersebut antara lain, pertama proses pembelajaran untuk jenjang TK/PAUD dan siswa SD kelas I – II, dan proses belajarnya dialihkan dengan cara Belajar Dari Rumah (BDR).
Kedua, lanjutnya, mekanisme BDR sebagaimana dimaksud pada poin pertama diatur oleh masing-masing satuan pendidikan dengan mempertimbangkan kondisi anak dan kondisi satuan pendidikan.
Ia menambahkan, ke tiga, melakukan penundaaan jadwal masuk sekolah, yang sebelumnya masuk pukul 07.00 Wib menjadi pukul 7.30 Wib, dan jam belajar mengajar dikurangi 10 menit setiap jam pelajaran, sehingga 1 pelajaran menjadi 25 menit untuk jenjang SD, 30 menit untuk jenjang SMP.
“Poin ke empat, kepada seluruh masyarakat dihimbau untuk menggunakan masker ketika saat berada diluar ruangan, dan poin ke lima meniadakan kegiatan upacara bendera, olahraga, senam bersama, serta kegiatan ekstra kurikuler,” terangnya.
Ia mengatakan, sedangkan untuk poin ke enam yakni menghimbau semua peserta didik untuk mengkonsumsi makanan bergizi dan seimbang serta memperbanyak konsumsi air putih, dan yang ke tujuh adalah kepada sekolah yang tidak terdampak kabut asap agar melaksanakan proses pempelajaran sebagai mana biasa.
“Kita berharap, kepala sekolah dan guru pendidik yang ada di Kabupaten Barsel agar bisa memperhatikan SE ini dan segera memberlakuannya di dalam melaksanakan peoses belajar dan mengajar di sekolahnya masing-masing,” kata Syahdani. (Alifansyah)























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

