Ketua PP Muhammadiyah Sebut Sistem Pilpres Ideal Banyak Calon, Ini Alasannya…

- Jurnalis

Minggu, 25 Juni 2023 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

1TULAH.COM-Sistem demokrasi pemilihan presiden (Pilpres) di Indonesia masih perlu diperbaiki. Terutama yang berhubungan dengan calon presiden yang ditawarkan kepada masyarakat.

Dalam beberapa kali pelaksanaan Pilpres, pasangan Capres dan Cawapres yang bersaing hanya dua pasang alias head to head. Kondisi ini karena mengacu kepada presidential threshold atau ambang batas pencalonan yang telah dipatok sebelumnya.

Jumlah pasangan capres-cawapres selama ini dianggap oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar, terlalu sedikit. Padahal, sistem Pilpres ideal itu seharusnya dengan banyak calon. Mengapa?

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menilai calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024 mendatang tidak cukup dua atau tiga pasangan.

Baca Juga :  Pj Bupati Barito Timur Raih Prestasi dan Catatan Penting di Evaluasi Triwulan III 2024!

Ia mengusulkan idealnya di negara demokrasi perlu diperbanyak menjadi enam atau tujuh pasangan calon.

“Demokrasi jangan terlalu ingin nanti mutlak besar menangnya. Justru dalam proses demokrasi yang cair dan terbuka, banyak calon itu proses check and balances itu terbuka,” kata Haedar  seusai peresmian SM Tower and Convention, Yogyakarta, Sabtu (24/6/2023).

Dengan pilihan capres yang lebih banyak, menurut dia, ruang publik makin tersalurkan sehingga tidak terjadi apatisme politik.

Oleh karena itu, Haedar mendorong penurunan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold ke depan untuk membuka peluang kandidat calon presiden lebih banyak.

“Ke depan harus ada perbaikan, (presidential threshold) 20 persen harus diturunkan lagi biar nanti pasangan calon lebih banyak. Memang kalau terlalu banyak itukan repot juga. Akan tetapi jangan terlalu terbatas juga,” tutur Haedar.

Baca Juga :  Selamatkan Terumbu Karang, Amerika Siap Hapus Utang Indonesia $35 Juta

Selain itu, Haedar juga meminta seluruh peserta pemilu maupun masyarakat agar dewasa dalam berpolitik dengan menganggap capres sebagai anak bangsa, bukan sekadar milik golongan tertentu.

“Dari mana calon presiden datangnya, dia harus ditempatkan sebagai anak bangsa. Dia harus ditempatkan sebagai milik bangsa. Ketika jadi, siapa pun dia harus menjadi milik bangsa, milik Indonesia, dan jangan lagi menjadi milik satu partai, satu golongan, atau satu koalisi,” kata dia. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!
5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap
MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI
Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun
Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!
Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!
Spanyol Juara Euro 2024, Taklukkan Inggris 2-1!
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 18:21 WIB

APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 15 Juli 2024 - 13:44 WIB

Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!

Senin, 15 Juli 2024 - 13:29 WIB

5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap

Senin, 15 Juli 2024 - 06:46 WIB

Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun

Senin, 15 Juli 2024 - 06:33 WIB

Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:24 WIB

Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:17 WIB

Spanyol Juara Euro 2024, Taklukkan Inggris 2-1!

Minggu, 14 Juli 2024 - 16:48 WIB

Kreasi Batik Piring Malawen Barsel Raih Best Design Concept di AOE 2024

Berita Terbaru

Nasional

5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap

Senin, 15 Jul 2024 - 13:29 WIB