BPJS Kini Juga Mengcover Perawatan Pasien Covid-19

- Jurnalis

Kamis, 22 Juni 2023 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (SUARA.COM/HO-Humas Kemenko PMK)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy (SUARA.COM/HO-Humas Kemenko PMK)

1TULAH.COM-Penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat sudah tidak lagi berstatus pandemi, Pemerintah Indnesia secara resmi telah menyatakannya sebagai endemi.

Meski demikian, bukan berarti masyarakat kini aman dari ancaman covid-19. Covid-19 terus akan muncul dengan varian terbarunya. Hanya saja saat ini untuk biaya pengobatannya tidak lagi sepenuhnya menjadi tanggungjawab pemerintah.

Melainkan akan dialihkan ke BPJS Kesehatan bagi para pemegang Kartu BPJS Kesehatan, dan melalui PPI yang iurannya ditanggung pemerintah bagi warga yang tidak mampu bayar iuaran BPJS.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa pemerintah akan tetap memberikan bantuan subsidi kepada pasien Covid-19. Kendati memang saat ini status pandemi sudah dicabut dan menjadi endemi di Tanah Air.

Ia menegaskan, pemerintah tidak meminta masyarakat yang menderita Covid-19 untuk membayar sendiri pengobatannya. Menurutnya, semua akan dibantu pemerintah lewat BPJS Kesehatan.

“Kalau dikatakan bahwa nanti akan bayar bukan begitu, karena nanti mekanisme pembayarannya akan ditanggung melalui BPJS kesehatan,” kata Muhadjir ditemui usai mengisi acara Haul ke-53 Bulan Bung Karno di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2023) malam.

Baca Juga :  Barito Selatan Hadir di Rakernas APKASI ke-16, Promosikan Produk Unggulan dan Dukung Bangga Buatan Indonesia

Menurutnya nanti para karyawan misalnya akan tetap membayar BPJS lewat perusahaan yang menanggungnya. Sementara untuk kalangan masyarakat yang tidak mampu akan ditanggung pembayaranya oleh pemerintah.

“Untuk BPJS kesehatan yang bayar harus bayar, terutama yang PNS, yang karyawan, akan ditanggung oleh perusahaan. Untuk yang tidak mampu tetap ditanggung oleh pemerintah melalui PPI, iuran yang ditanggung oleh pemerintah yang kita menyediakan slotnya 120 juta warga,” tuturnya.

“Dan sekarang juga masih banyak yang belum terserap, dan itu tersebar tidak hanya di pusat, BPJS kesehatan pusat, tetapi masing-masing provinsi ke kabupaten/kota juga punya slot untuk nanti kalau nanti tidak ditampung BPJS kesehatan pusat itu bisa dihandle daerah,” sambungnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Tol Boyolali, Bayi 9 Bulan Turut Jadi Korban

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa pemerintah resmi mencabut status pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, Indonesia kini resmi memasuki masa endemi.

Hal tersebut diumumkan Jokowi melalui video pernyataan yang diunggah melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (21/6/2023).

“Setelah 3 tahun lebih kita berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19, sejak hari ini, Rabu 21 Juni 2023, pemerintah memutuskan untuk mencabut status pandemi dan kita mulai memasuki masa endemi,” kata Jokowi.

Keputusan pemerintah untuk mencabut status pandemi Covid-19 ialah karena mempertimbangkan angka konfirmasi harian kasus Covid-19 yang mendekati nihil. Kemudian, Jokowi juga menjelaskan kalau hasil sero survei menunjukkan 99 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19.

“WHO juga sudah mencabut status public health emergency international concern,” terangnya.

Meski status pandemi Covid-19 sudah dicabut, namun Jokowi meminta kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati dan terus menjalankan perilaku hidup sehat serta bersih. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK
APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!
5 Tokoh Muda Bertemu Presiden Israel, PBNU Ambil Sikap
MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI
Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun
Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!
Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juli 2024 - 20:46 WIB

Nawawi Pomolango Ogah Maju Capim Lagi: Terlalu Banyak Masalah di KPK

Senin, 15 Juli 2024 - 18:21 WIB

APBD Barito Utara 2025: Infrastruktur, Pendidikan, dan Ekonomi Jadi Fokus Utama, Pj. Bupati Muhlis Optimistis Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Senin, 15 Juli 2024 - 13:44 WIB

Argentina Raih Gelar Juara Copa America ke-16, Catat Sejarah Baru dan Era Emas Sepak Bola!

Senin, 15 Juli 2024 - 13:21 WIB

MA Umumkan 12 Orang Lolos Seleksi Hakim Ad Hoc Tipikor Tahap XXI

Senin, 15 Juli 2024 - 06:46 WIB

Mengenal Sudden Cardiac Arrest: Kondisi yang Merenggut Nyawa dr. Helmiyadi Kuswardhana di Usia 41 Tahun

Senin, 15 Juli 2024 - 06:33 WIB

Fenomena Mabuk Kecubung di Kalsel: 2 Tewas, 44 Dirawat di RSJ, Polda Kalsel Turun Tangan!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:24 WIB

Judi Online dan Offline di Kalteng: Ketua DPRD Minta Penanganan Serius!

Senin, 15 Juli 2024 - 06:17 WIB

Spanyol Juara Euro 2024, Taklukkan Inggris 2-1!

Berita Terbaru