1TULAH.COM-Sejak bulan April 2023 lalu, minyak sawit yang berasal dari Indonesia dan Malaysia diblokir untuk memasuki pasar Uni Eropa. Hal ini menyusul telah disahkannya Undang-Undang Deporestasi yang memblokir impor minyak sawit tak ramah lingkungan.
Dalam hal ini Pemerintah Indonesia dan Malaysia tengah berupaya melakukan pendekatan kepada Uni Eropa. Terutama untuk memberikan pemahaman tentang dampak pemblokiran impor minyak sawit asal Indonesia dan Malaysia, bagi upaya mewujudkan solusi sawit berkelanjutan dan menekan laju deporestasi, terutama dalam jangka panjang.
Indonesia sebagai pengekspor minyak sawit terbesar di dunia, pada Rabu (17/5/2023) mendesak negara-negara pengimpor untuk mengakui dan membayar pungutan minyak sawit, yang diproduksi secara berkelanjutan daripada memboikot komoditas tersebut.
Sejumlah pihak mengkritik bahwa produksi minyak sawit Indonesia berkaitan dengan deforestasi di negara ini.
Uni Eropa pada April menyetujui undang-undang deforestasi untuk memblokir impor minyak kelapa sawit, daging sapi, kedelai, dan komoditas lainnya jika terkait dengan perusakan hutan dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan negara-negara konsumen memperketat persyaratan masuk untuk minyak sawit.
“Sambil berusaha memperbaiki praktik lingkungan, kami meminta kerja sama semua pemangku kepentingan untuk membayar premi untuk produk yang mengadopsi praktik keberlanjutan,” kata Airlangga pada pertemuan tingkat menteri Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC).
Memboikot kelapa sawit, kata Airlangga, tidak akan memberikan solusi jangka panjang bagi lingkungan.
Produsen minyak sawit dalam beberapa tahun terakhir mengatakan, perusahaan barang konsumen tidak membeli minyak sawit bersertifikat keberlanjutan, dalam volume signifikan.
Akibatnya, aksi tersebut mengganggu upaya pemerintah untuk memberi penghargaan kepada mereka yang mengadopsi praktik yang lebih hijau dan mengurangi deforestasi.
Indonesia dan Malaysia, anggota pendiri CPOPC, akan mengirimkan utusan mereka ke Uni Eropa pada akhir Mei ini, untuk membahas dampak undang-undang deforestasi blok tersebut, terhadap sektor kelapa sawit di kedua negara.
Perusahaan-perusahaan Internasional Berhenti Beli Sawit Indonesia
Utusan tersebut bertujuan untuk mencari kejelasan tentang persyaratan aturan Uni Eropa, terkait minyak sawit dan mendesak blok tersebut untuk mengakui sertifikasi keberlanjutan minyak sawit, kata Menteri Komoditas Malaysia Fadillah Yusof.
Malaysia berkomitmen untuk meningkatkan proporsi minyak sawit dalam biodiesel secara progresif, kata Fadillah, yang juga menjabat sebagai wakil perdana menteri.
Indonesia dan Malaysia adalah produsen minyak sawit terbesar dunia. Keduanya menggunakan minyak nabati sebagai campuran untuk memproduksi biodiesel.
Pemerintah sendiri terus meningkatkan campuran minyak sawit menjadi 35 persen pada Februari, sedangkan Malaysia 20 persen.(Sumber:voaindonesia.com)

![Presiden Prabowo Subianto dan Bahlil Lahadalia di resepsi pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju pada Minggu, 26 April 2026 [Suara.com/Tiara Rosana]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/kondangan-360x200.jpg)
![El Rumi dan Syifa Hadju [Instagram/elrumi]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/EL-RUMI-NIKAH-360x200.jpg)
![Penyanyi Rossa melaporkan 78 akun medsos yang memfitnah dirinya oplas ke Bareskrim Polri, Jumat (17/4/2026). [Tiara Rosana/Suara.com]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/04/rossa-360x200.jpg)



















