Pembangunan IKN di Tengah Kekhawatiran Pegiat Lingkungan Hidup

- Jurnalis

Jumat, 24 Maret 2023 - 07:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kandang orangutan terlihat di Pusat Suaka Orangutan Arsari yang terletak di dekat ibu kota baru Indonesia (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 7 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)/voaindonesia.com)

Kandang orangutan terlihat di Pusat Suaka Orangutan Arsari yang terletak di dekat ibu kota baru Indonesia (IKN) di Sepaku, Kalimantan Timur, 7 Maret 2023. (REUTERS/Willy Kurniawan)/voaindonesia.com)

1TULAH.COM-Pemerintah Pusat telah menetapkan secara resmi pemindahan Ibukota RI ke kawasan Ibukota Nusantara (IKN) di Pulau Kalimantan.

Hingga saat ini berbagai mega proyek, telah dilaksanakan di kawasan yang dahulunya merupakan hutan belantara tersebut. Fakta ini karuan saja memunculkan banyak kekhawatiran di kalangan pegiat lingkungan dan masyarakat adat.

Pasalnya, kawasan IKN bisa menjadi bencana baru bagi lingkungan hidup dan keberadaan masyarakat adat. Meskipun dalam hal ini, pemerintah telah berkomitmen bahwa pembangunan IKN tidak akan merusak lingkungan dan eksistensi masyarakat adat. Benarkah?

Pembangunan ibu kota baru Nusantara(IKN) di Pulau Kalimantan membuat banyak aktivis lingkungan khawatir.

Pasalnya, menurut mereka, pembangunan itu mengancam habitat fauna endemik di sana, termasuk monyet berhidung panjang yang terancam punah, lumba-lumba Irrawaddy, dan orangutan.

Pemerintah memang telah berjanji untuk melindungi satwa liar, dan melakukan reboisasi besar-besaran di beberapa bagian ibu kota, yang telah dipasarkan kepada investor sebagai kota yang cerdas dan hijau itu.

Namun para pemerhati lingkungan mewaspadai pembangunan senilai $32 miliar di area seluas hampir 260.000 hektare, hampir empat kali ukuran Singapura itu, pasti akan berdampak signifikan pada lingkungan.

Baca Juga :  Pemerintah Matangkan Wacana Penyesuaian PTKP untuk Dongkrak Daya Beli, Siap Diterapkan 2027?

“Kekhawatiran terbesar kami adalah teluk Balikpapan akan berubah menjadi kolam raksasa, tempat limbah sisa dari kegiatan Nusantara,” kata Mappaselle Marie’wawoA, direktur kelompok lingkungan lokal Pokja Pesisir.

Sekitar 400 hektare hutan bakau di sepanjang garis pantai teluk Balikpapan, telah dibuka menurut perkiraan kelompok itu, untuk dijadikan pelabuhan batubara dan kilang minyak.

IKN Dibangun, Masyarakat Adat Terusir

Mappaselle khawatir lebih banyak lagi hutan bakau, yang akan dihancurkan ketika jalan tol baru yang menghubungkan Nusantara ke kota terdekat Balikpapan dibangun.

Apalagi sebuah sebuah pelabuhan juga akan dibangun khusus untuk kegiatan transportasi bahan bangunan.

Otoritas Ibu Kota Nusantara mengatakan bakau akan ditanam di daerah lain, untuk mengimbangi penghancuran itu, dan pedoman ramah lingkungan telah dibuat untuk menghindari bentrokan antara para pekerja dan hewan liar.

“Ini adalah kepedulian yang sangat tinggi tentang bagaimana kita akan berusaha untuk memiliki keharmonisan antara manusia, alam dan budaya… karena itulah jiwa kota ini,” kata Kepala Otorita IKN Bambang Susantono.

Baca Juga :  Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Kekhawatiran yang sama disuarakan organisasi Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) di Kabupaten Samboja, Kalimantan Timur, yang sejauh ini menampung 127 orangutan yang kemudian akan dilepasliarkan.

Kera raksasa itu telah banyak kehilangan habitat mereka, karena penggundulan hutan, yang sering dikaitkan dengan pertambangan batu bara, serta perkebunan kelapa sawit dan kayu.

Pemerintah Tepis Kekhawatiran Proyek Ibu Kota Baru Senilai $32 MiliarUntuk saat ini, para aktivitis lingkungan hanya bisa berharap pemerintah akan setia pada janjinya untuk melindungi satwa liar.

“Kami berharap dengan adanya ibu kota ini, kita bisa membuka jalan bagi hewan untuk hidup berdampingan (dengan manusia),” ujar Manajer BOSF Aldrianto Priadjati. “Setidaknya menyediakan lahan bagi orangutan agar mereka bisa hidup lebih baik.”

Saat ini pembangunan IKN baru pada tahap peletakan fondasi gedung-gedung pemerintah. Akhir tahun ini, pihak berwenang akan membangun rumah-rumah untuk ditempati 16.000 PNS, TNI dan Polri yang pindah ke sana tahun depan. (Sumber:suara.com)

Berita Terkait

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan
Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak
Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI
Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?
Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 16:39 WIB

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 November 2026 - 14:22 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak

Jumat, 6 November 2026 - 06:51 WIB

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Jumat, 6 November 2026 - 06:42 WIB

Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Berita Terbaru

Pelantikan puluhan pejabat  lingkup pemkab Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Daerah

Stardian Dipercaya Pimpin Dinas PUPR Murung Raya

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:34 WIB

Pelantikan puluhan pejabat  lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Berita

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:38 WIB