Home / Nasional

Rabu, 25 Januari 2023 - 09:17 WIB

Gelapkan Dana Rp117 Miliar Milik Korban Lion Air, Bos ACT Ahyudin Divonis 3 Tahun

Ibnu Khajar, mantan Presiden ACT. Sumber foto : suara.com

Ibnu Khajar, mantan Presiden ACT. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – Pendiri Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin divonis 3 tahun  penjara, Selasa (24/1/2023), atas dakwaan penggelapan dana bantuan sosial untuk korban jatuhnya pesawat Lion Air tahun 2018.

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menyatakan Ahyudin yang mantan Presiden ACT tersebut terbukti bersalah menggelapkan dana Rp117 miliar milik korban Lion Air.

Total dana bantuan sosial dari The Boeing Company yang seharusnya diterima para ahli waris korban jatuhnya pesawat Lion Air pada 2018 tersebut senilai Rp138,546 miliar.

Vonis hakim itu sendiri berkaca pada dakwaan primer jaksa penuntut umum (JPU) melalui Pasal 374 KUHP juncto Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP, kepada Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam menyusun vonis terhadap mantan petinggi ACT, hakim turut menyusun hal-hal yang memberatkan dan meringatkan terdakwa.

Baca Juga :  Bupati Cik Ujang Pimpin Apel Kesiapan Sarpas di Polres Lahat

Adapun hal yang meringankan terdakwa adalah Ibnu Hajar masih memiliki tanggungan keluarga dan belum pernah dihukum

“Sementara itu, hal-hal yang meringankan di antaranya adalah terdakwa mengakui perbuatannya, mempunyai tanggungan keluarga, dan terdakwa belum pernah dihukum,” ucap Hariyadi.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah telah menciptakan keresahan dan menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Khususnya bagi keluarga korban Lion Air selaku ahli waris dan penerima manfaat dari dana sosial tersebut.

Kendati demikian, vonis hakim itu lebih rendah dari tuntutan JPU pada Selasa (27/12/2022). Kala itu, Ibnu Khajar bersama dua terdakwa lainnya, yakni pendiri sekaligus mantan Presiden ACT Ahyudin dan eks Vice President Operational ACT Hariyana Hermain dituntut hukuman empat tahun penjara.

JPU menyebut ketiga mantan petinggi ACT itu terbukti bersalah melakukan dugaan penggelapan dana BCIF.

Baca Juga :  Pelaku Curanmor di Areal Masjid Diringkus, Beraksi Setiap Subuh

Sebagai informasi, BCIF dalah dana yang diserahkan oleh The Boeing Company atas tragedi jatuhnya Pesawat Lion Air pada 29 Oktober 2018.

Dalam tuntutannya, JPU menjelaskan bahwa Yayasan ACT menggelapkan dana bantuan dari BCIF senilai Rp 117 miliar.

BCIF sendiri menyalurkan dana sebesar Rp 138.546.388.500 untuk keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air.

Namun, ACT sebagai yayasan kemanusiaan justru hanya menyalurkan dana sebesar Rp 20.563.857.503.

Sedangkan sisanya dipakai tidak sesuai dengan implementasi yang telah disepakati bersama Boeing.

Sementara itu, Ibnu Khajar dan tim kuasa hukum serta jaksa penuntut umum menyatakan akan berpikir-pikir selama tujuh hari dalam mengajukan banding. (Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul Kejam Tilap Dana Korban Lion Air Rp 117 Miliar, Eks Bos ACT Divonis 3 Tahun Penjara.

Share :

Baca Juga

Penyerang Timnas Kamerun, Vincent Aboubakar (tengah) merayakan golnya ke gawang Serbia pada laga Piala Dunia 2022 di Stadion Al Janoub, Senin (28/11/2022). [AFP]

Berita

Hasil.Grup G Piala Dunia 2022 : Kamerun Ditahan Imbang Serbia, Hujan Gol Terjadi

Berita

Ganjar Pranowo Hanya Siap Dicalonkan Jadi Capres PDIP, Ini Komentar Hasto Kristiyanto

Daerah

Standar Keamanan dan Keselamatan Belum Rampung, Kog Bandar H Muhammad Sidik Mau Diresmikan Segera

Berita

Cegah Klaster Baru, Ini Yang Dilakukan Pemkab Murung Raya
Bupati Mura Perdie M Yoseph bersama Kapolres Mura AKBP I Gede Putu Widyana menyambut kedatangan vaksin di Stadion Willy M Yosep kota Puruk Cahu

Berita

Perdie Tegaskan Pendistribusian Vaksin Harus Merata

Nasional

Minggu Besok: Semua Kota di Kalimantan Tengah Hujan

Berita

Berdekatan dengan IKN, Mako Brimob Polda Kalteng Dibangun di Barito Utara

Berita

DPRD Murung Raya Gelar Dua Agenda Rapat Paripurna