Lima Bocah di Banyuwangi Terseret Ombak, 1 Hilang dan Masih Tahap Pencarian

- Jurnalis

Selasa, 24 Januari 2023 - 08:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tenggelam - (Unsplash/@blakecheekk)

Ilustrasi tenggelam - (Unsplash/@blakecheekk)

1TULAH.COM – Malang bagi lima bocah di Banyuwangi Jawa Timur ( Jatim ). Mereka terseret ombak Pantai Pulau Merah saat mandi bersama, Senin (22/01/2023),

Dikabarkan empat anak ketemu, sementara satu anak masih dinyatakan hilang. Sampai saat ini satu bocah hilang itu belum ditemukan.

Peristiwa ini tepatnya terjadi di Desa Sumberagung Kecamatan Pesanggaran.

Kronologi kejadian itu bermula saat mereka mandi di laut pantai tersebut. Mereka mandi secara bersama-sama dan nampak biasa saja, sampai tiba-tiba ombak besar datang.

Baca Juga :  Resmi! Korlantas Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan, Cukup KTP Pemilik Baru

Ombak besar ini kemudian menyeret dan menggulung kelima bocah tersebut. Empat bocah selamat, sementara satu lagi masih belum ketemu.

“Anak yang bernama Deni sempat berpegang kepada Radit, saat Edo mengetahui Deni tidak kuat untuk berenang mencoba untuk menolong namun karena arus menghempaskan Edo,” demikian bunyi laporan TRC BPBD setempat Ade Setiawan.

“Ia tidak berani untuk melanjutkan dan mengetahui si Deni terseret arus,” katanya dikutip dari beritajatim.com jejaring media suara.com.

Menurut Ade, lokasi mereka mandi berada di luar garis batas wisata pantai Pulau Merah Banyuwangi. Hingga akhirnya membuat 5 anak terseret ombak.

Baca Juga :  Heriyus: Bakah Bawe Jadi Wajah Pariwisata Murung Raya

“Tepatnya depan tower telkomsel kemudian terseret arus hingga mendekati Gumuk kancil, penyelamat dari live guard, adalah Sdr. Tata dan Harsono,” katanya.

Sejauh ini, pencarian dilakukan hingga sore kemarin Pukul 17.00 WIB, namun harus dihentikan. Sebab hasilnya nihil, kemudian mengingat kondisi cuaca juga sudah mulai gelap.

Pencarian rencananya dilanjutkan hari ini, Selasa (24/01/2023). (suara.com)

 

Berita Terkait

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan
Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur
Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global
Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.
Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.
Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung
Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!
Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 15:15 WIB

Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Sabtu, 18 April 2026 - 14:09 WIB

Negara Rugi Rp800 Triliun, Satgas PKH Sita Lahan Tambang PT Maslapita di Barito Timur

Sabtu, 18 April 2026 - 05:56 WIB

Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

Sabtu, 18 April 2026 - 03:58 WIB

Ditemukan di Kedalaman Hutan, Kondisi Helikopter PK-CFX Hancur Lebat, 8 Orang Meninggal.

Sabtu, 18 April 2026 - 03:50 WIB

Dituduh Gagal Operasi Plastik, Pihak Rossa Bongkar Manipulasi Foto ‘Cat Eyes’ di Balik Fitnah.

Jumat, 17 April 2026 - 10:36 WIB

Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Jumat, 17 April 2026 - 10:26 WIB

Pinkan Mambo Tetap Ngamen di Jalan Meski Dibantu Ivan Gunawan, Netizen: Bunda Maia Benar!

Jumat, 17 April 2026 - 10:12 WIB

Dolar AS Perkasa karena Data Pekerjaan Solid, Rupiah Tertekan ke Rp17.180

Berita Terbaru