Joni dan Fira Terpilih Sebagai Ketum dan Sekjen SIEJ 2022-2025, Ini Programnya terkait Isu Lingkungan

- Jurnalis

Senin, 23 Januari 2023 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembahasan tentang liputan kolaborasi lintas media massa saat Konferensi Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH+) di Depok, Jawa Barat, Jumat (20/1/2023).

Pembahasan tentang liputan kolaborasi lintas media massa saat Konferensi Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH+) di Depok, Jawa Barat, Jumat (20/1/2023).

1tulah.com,DEPOK– Rapat Umum Anggota (RUA) Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environment Journalists (SIEJ) periode 2022-2025 secara resmi menetapkan Joni Aswira Putra (CNN Indonesia) dan Fira Abdurrahman (Independen Jurnalis) sebagai Ketua Umum dan Sekertaris Jenderal SIEJ.

Joni dan Fira terpilih secara aklamasi setelah sebelumnya diusulkan sebagai pasangan calon oleh hampir seluruh Simpul Daerah SIEJ, dalam RUA yang  digelar melalui mekanisme dalam jaringan (daring) atau zoom, dan luar jaringan (luring) di Wisma Hijau Depok, Jawa Barat, Sabtu (21/1/23) malam.

Pelaksanaan RUA 2023 diawali dengan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup (KNJLH+) yang mengusung tema Darurat Krisis Iklim: Perkuat Jurnalisme di Tengah Krisis, serta ditutup dengan Temu Ramah Tamah dengan para pemangku kebijakan pada 22 Januari 2023.

Dalam sambutannya setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih, Joni menyampaikan pandangan tentang arah SIEJ ke depannya.

Baca Juga :  Drama Sidang Korupsi TIK: Eks Direktur SMP Ngaku "Dijebak" Instruksi Lisan Nadiem Makarim

“Kita akhirnya dapat melaksanakan RUA dengan lancar setelah dua hari sebelumnya sukses melaksanakan Konferensi Nasional Jurnalis Lingkungan Hidup atau KNJLH. Ini adalah momentum untuk merefleksikan kembali peran-peran strategis dalam agenda lingkungan hidup,” terang Joni.

Lebih lanjut Joni menyatakan komitmennya untuk membawa SIEJ menjadi organisasi yang lebih baik.

“Kami akan melakukan penguatan organisasi yang akuntabel, transparan, dan berdasarkan musyawarah mufakat yang dirajut dalam suasana kebersamaan. SIEJ akan bertransformasi menjadi organisasi yang lebih modern, kekinian. Ia harus mendapat kepercayaan anggota, masyarakat, serta para pemangku kepentingan long,” jelas Joni.

Melihat kondisi permasalahan lingkungan saat ini, Joni menegaskan berbagai masalah kian serius. Perubahan iklim, polusi, dan kerusakan biodiversitas, belum lagi kenaikan suhu rata-rata bumi yang menurut para ilmuan saat ini telah melewati ambang batas 1,2 derajat.

Baca Juga :  Kasus Skincare White Tomato dan DNA Salmon, dr Richard Lee Resmi Berstatus Tahanan

Ia melanjutkan, kondisi yang demikian telah membuat perubahan iklim menjelma menjadi krisis. Belum lagi dampaknya terhadap semua lini, semua sektor kehidupan.

“Jurnalis dan anggota SIEJ khususnya, harus mengarusutamakan isu ini. Jurnalisme tak hidup dalam ruang yang hampa atau sebatas pada sesuatu yang ditorehkan Bill Kovach dalam 9 elemen jurnalismenya. Namun jurnalis lingkungan harus mampu bergerak untuk tindakan iklim, menggerakkan penyelamatan lingkungan hidup dan sumber daya alam. Muara dari jurnalisme itu adalah kemanusiaan,” ucapnya.

RUA yang dihadiri oleh 200 anggota SIEJ dari 24 SIMPUL daerah ini, juga menetapkan lima anggota Dewan Pengawas, masing-masing Andi Fachrizal (kolase.id), Bambang Muryanto (Independen Jurnalis), Irvan Imansyah (CNN Indonesia), Jeckson Simanjuntak (apahabar.com), dan Suriani Mappong (LKBN Antara Sulawesi Selatan). (Adi)

Berita Terkait

Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani
Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki
Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah
Harga Minyak Dunia Tembus $108: Selat Hormuz Ditutup, APBN Indonesia Siaga Satu!
Instruksi Mendagri! Gubernur hingga Wali Kota Wajib Siaga di Daerah Saat Idulfitri 1447 H
Buntut Vonis Bebas Delpedro, Menko Yusril: Jika Alat Bukti Lemah, Aparat Jangan Memaksa
Solusi Sengketa Lahan Kalteng: DPRD Godok Raperda Penyelesaian Konflik Pertanahan
Wartawan Dipaksa Hapus Video, PWI Kecam Intimidasi Jurnalis di Laga Malut United vs PSM: Langgar UU Pers!
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:02 WIB

Pemkab Murung Raya Komitmen Perkuat Pertanian Lewat Raperda Kelompok Tani

Senin, 9 Maret 2026 - 16:10 WIB

Jalan di Barito Selatan Rusak Parah, DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Pemda Segera Perbaiki

Senin, 9 Maret 2026 - 15:48 WIB

Stop Kriminalisasi! Komnas HAM Temukan Keterlibatan Aparat Prematur di Sengketa Tanah

Senin, 9 Maret 2026 - 05:51 WIB

Instruksi Mendagri! Gubernur hingga Wali Kota Wajib Siaga di Daerah Saat Idulfitri 1447 H

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:32 WIB

Buntut Vonis Bebas Delpedro, Menko Yusril: Jika Alat Bukti Lemah, Aparat Jangan Memaksa

Minggu, 8 Maret 2026 - 15:23 WIB

Solusi Sengketa Lahan Kalteng: DPRD Godok Raperda Penyelesaian Konflik Pertanahan

Minggu, 8 Maret 2026 - 14:56 WIB

Wartawan Dipaksa Hapus Video, PWI Kecam Intimidasi Jurnalis di Laga Malut United vs PSM: Langgar UU Pers!

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:59 WIB

Tantangan Terbuka IRGC untuk Donald Trump: Selat Hormuz Akan Jadi Medan Perang Mematikan bagi Pasukan AS

Berita Terbaru