Wacana Duet Anies-Puan Maharani di Pilpres 2024, Ini Keuntungan dan Tatantangannya Menurut Refly Harun

- Jurnalis

Selasa, 15 November 2022 - 06:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

kolase anies-puan. [sumber foto : Dok./suara.com]

kolase anies-puan. [sumber foto : Dok./suara.com]

1TULAH.COM-Figur-figur yang akan maju pada Pilpres 2024 mendatang masih sangat cair, termasuk juga dengan koalisi partai politik. Berbagai wacana terkait figur capres dan cawapres terus saja bermunculan.

Termasuk munculnya wacana untuk menduetkan Anies Baswedan dan Puan Maharani. Wacana yang banyak dianggap kalangan sangat sulit terwujud ini, justru mempunyai kans besar untuk memenangkan Pilpres 2024.

Begini alasannya. Pakar hukum tata negara yang juga pengamat politik, Refly Harun mengatakan, PDIP akan lebih aman jika memutuskan mendukung Anies Baswedan dan menyandingkannya dengan Puan Maharani sebagai wakilnya Anies.

Menurut Refly, selain menjagokan putrinya Puan Maharani, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mungkin memiliki penilaian lain, sehingga tidak menjagokan Ganjar Pranowo.

“Nah, kalau seandainya Ganjar terpilih sebagai presiden, maka Jokowi akan menjadi ‘godfather’-nya Ganjar, anything can happen ya, termasuk melakukan take over terhadap PDIP,” kata Refly, Senin (14/11/2022).

Jika Puan bersatu dengan Anies dan memenangkan pertarungan Pilpres 2024, maka Ganjar Pranowo tidak akan menjadi kekuatan yang mengancam bahkan barangkali selesai alias tamat.

Baca Juga :  Putusan Akhir Sidang PHPU 2026: MK Tegaskan Tak Temukan Bukti Ijazah SMA Gibran Rakabuming Raka

“Harus kita lihat juga misalnya, kenapa Megawati tidak mendeklarasikan Ganjar secepatnya, padahal elektabilitas dia tinggi,” jelas Refly.

“Bisa jadi karena dia mempersepsi Ganjar sepertinya orang yang akan jauh lebih taat kepada Jokowi atau punya agenda sendiri ketimbang nanti dia besok-besok taat kepada Puan Maharani,” katanya lagi.

Sebelumnya, analisis mengenai Puan yang bisa menjadi wakil Anies ini pertama kali dikemukakan oleh dokter Tifa.

Refly pun mengatakan analisis ini tidak sepenuhnya salah, karena jika dianalisis lebih dalam keduanya memang memiliki kekuatan yang besar.

 

“Coba kita lihat ini kalau misalnya Demokrat dan PKS tidak bisa (bergabung) dengan Nasdem, apakah kemudian kita beralih kepada alternatif lain?,” ungkap Refly melalui youtube channelnya, Senin (14/11/22).

“Nah alternatif lain ini adalah ya kan dengan merayu Puan Maharani sebagai wakil presidennya Anies Baswedan. Menurut dokter Tifa ya, Puan Maharani adalah satu-satunya jalan bagi Anies Baswedan untuk memenangkan kontestasi capres-cawapres,” tambanya.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Luncurkan Ekspor Baterai EV dan 11 Proyek Industri di Maluku Utara

Namun Refly menyadari, tentu tidak mudah untuk menyatukan Anies dan Puan, walaupun mereka sempat menunjukkan kemesraan sebentar, ketika Puan hadir di Formula E, karena ada satu sosok di PDIP yang akan menentang keras.

“Puan coba membuka komunikasi dengan Anies Baswedan mengatakan bahwa komunikasi mereka baik-baik saja, tapi penghalang utamanya adalah Hasto Christianto, sang Sekjen yang selalu melakukan serangan-serangan, baik kepada Anis dan sekarang kepada kubu Nasdem,” jelas dia.

Sepertinya Hasto, kata Refly, termasuk yang paling garis keras tidak mau Puan bersatu dengan Anies misalnya. Sebab dari awal-awal dia sudah mengatakan tidak ingin bekerjasama dengan Demokrat dan PKS.

Refly mengatakan, ini adalah salah satu hal yang perlu dipertimbangkan karena Puan berasal dari arus kiri, sedangkan Anies dari arus kanan. (Sumber:suara.com)

 

Berita Terkait

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah
Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya
Atasi Kabut Asap Karhutla hingga Singapura, Pemerintah Indonesia Dampingi Aksi Lapangan dengan Diplomasi
Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN
Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Rencana Pembayaran Gaji PNS Lewat Koperasi: Peluang, Risiko, dan Tantangan Realisasinya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Heriyus Tegaskan Pelantikan Sekda Murung Raya Mengacu pada Regulasi ASN

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Heriyus Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab dalam Kepemimpinan Sekda Baru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:18 WIB

Lynda Kristiane Dilantik Jadi Sekda, Heriyus Tekankan Peran Strategis Sekretaris Daerah

Berita Terbaru