Presiden Turki Tayyip Erdogan Ultimatum Taliban

- Jurnalis

Selasa, 20 Juli 2021 - 06:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tayyip Erdogan (foto: AFP/Adem Altan)

Tayyip Erdogan (foto: AFP/Adem Altan)

1tulah.com, JAKARTA – Presiden Turki, Tayyip Erdogan memberi ultimatum kepada kelompok bersenjata Taliban agar tidak lagi apa yang dia sebut sebagai “menduduki”Afghanistan, Senin (19/7/2021).

Seperti dikutip Suara.com, jaringan 1tulah.com, Selasa (20/7/2021), ultimatum itu disampaikan Erdogan berkait rencana Turki untuk menjaga dan mengoperasikan bandar udara di Kabul, Ibu Kota Afghanistan setelah militer Amerika Serikat dan NATO ditarik mundur dari negara itu tahun ini.

Rencana Turki itu ditentang keras oleh Taliban, yang menilai bahwa keberadaan militer Turki di Kabul adalah sama saja dengan pendudukan atas Afghanistan.

“Taliban harus mengentikan pendudukan atas tanah saudara-saudara mereka dan menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian berlaku di Afghanistan,” kata Erdogan sebelum melaksanakan kunjungannya ke Siprus bagian utara.

Baca Juga :  Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Erdogan juga mengatakan bahwa sebagai muslim, perilaku Taliban terhadap sesama muslim di Afghanistan, tidak mencerminkan cara-cara yang Islami.

Bandar Udara Kabul

Turki sendiri berkali-kali menekankan bahwa bandar udara Kabul harus tetap beroperasi untuk menjamin misi-misi diplomatik di Afghanistan.

Ankara dan Washington sekarang ini sedang dalam pembicaraan berkait sokongan finansial, politik, dan logistik untuk pasukan Turki yang akan bertugas di Bandar Udara Kabul.

Baca Juga :  Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Taliban di sisi lain menentang keras rencana Turki ini.

“Jika pejabat Turki tidak mempertimbangkan kembali keputusan mereka dan terus menduduki negara kami,  Emirat Islam akan berhadapan dengan mereka,” kata Taliban dalam pernyataan resminya.

Erdogan menanggapi santai ancaman Taliban itu. Ia mengatakan Turki dan Taliban akan menggelar pertemuan untuk membahasnya.

“Insyaallah, kami akan melihat seperti apa pembicaraan dengan Taliban nanti dan ke arah pembicaraan itu akan bermuara,” kata Erdogan.

Dia menambahkan, “Dalam pernyataan Taliban, tidak ada frase ‘Kami tak menginginkan Turki’.”

Sumber: Reuters/Hurriyet Daily/DW

 

 

Berita Terkait

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal
Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi
BNPB Jelaskan Aturan Baru MK: Penetapan Bencana Nasional Tak Wajib Penuhi 5 Indikator
KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran
Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul
Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47
Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:22 WIB

KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong Tegaskan Kualitas dan Kesejahteraan Guru Kunci SDM Unggul

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:05 WIB

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Jepang Kirim Pasukan JSDF dan 3 Helikopter CH-47

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Diikuti 264 Peserta, Turnamen Domino Orado KNPI Cup 2026 Sedot Antusiasme Warga Bartim

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:23 WIB

DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

Berita Terbaru