1tulah.com, TAMIANG LAYANG, Bupati Barito Timur adakan Apel Gabungan dalam Tema Kegiataan Antisipasi Unjuk Rasa Dan Mogok Kerja. Kegiataan tersebut di selenggarakan dihalaman Kantor Bupati Barito Timur dengan menjalankan protokol kesehatan yang sudah ditentukan oleh pemerintah, Senin (05/10/2020).
Apel gabungan tersebut turut dihadiri, Bupati Bartim, Ketua DPRD Bartim, Kapolres Bartim, Pabung Kodim 1012/Buntok, Kepala Kejaksaan Negeri Bartim, Asisten I, II, III, Staf Ahli Bupati, Kasat Pol PP Bartim, Kadishub Bartim, Kadiskominfo Bartim, Serikat Pekerja Bartim, Asosiasi Pengusaha Bartim, dan tamu undangan lainnya.
Sepeti yang kita ketahui dalam waktu dekat ini pemerintah akan mengesahkan Undang-undang Cipta Kerja atau yang lebih dikenal dengan sebutan Omnibuslaw Undang-undang Cipta Kerja.
Dalam upacara Bupati Ampera A. Y Mebas, SE., MM menyapaikan, terkait isu akan dilakukannya demo besar-besaran oleh buruh yang menolak disahkannya Undang-undang Cipta Kerja adalah tindakan yang tidak sejalan ditengah situasi pandemi Covid-19 dan situasi ekonomi tidak kondusif saat ini.
“Karena akan berdampak terhadap Kesehatan, Moral, Hukum dan Ekonomi. Kita tidak menginginkan adanya kerumunan orang banyak yang menimbulkan potensi kluster penyebaran baru Covid-19 ,” ucap Bupati
Setelah Apel Kegiataan tersebut Bupati Ampera A. Y Mebas, SE., MM menyapaikan kepada awak media, Terkait akan ada aksi demo secara internal pada tanggal 6 – 8 Oktober 2020, dengan itu kita mengantisipasi dan juga hari ini kita adakan apel kesiapan untuk penanganan dari demo tersebut.
“Saya sebagai Bupati bartim menghimbau seperti yang saya sampaikan tadi bahwa dalam menyampaikan pendapat adalah hak oleh warga negara, tetapi karna kita sedang dalam kondisi pandemi Covid-19 tidak perlu demo sebenarnya,” kata Ampera
Lanjutnya, kalau memang ada pendapat yang perlu disampaikan nanti bisa ke Pemerintah atau DPR dan nanti akan kita teruskan, karna dalam rangka ini juga kita sedang menghadapi pandemi Covid-19 jadi sama-sama kita menghindari hal-hal yang bersifat berkempul atau berkerumbunan.
“Dan juga secara nasional saat ini kita sedang mengalami kenaikan dalam kasus Covid-19,” pungkasnya (zek)

![Chiki Fawzi [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/chika-fauzi-360x200.jpg)




![Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/nadiem-chrom-225x129.jpg)



![Ilustrasi Sabu. [Antara]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2023/06/IMG_20230610_074458-225x129.jpg)

![Terdakwa kasus dugaan korupsi dalam digitalisasi pendidikan pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek tahun 2019-2022 Nadiem Makarim saat menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (5/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/03/nadiem-chrom-360x200.jpg)










