1tulah.com, MUARA TEWEH – Tak bisa mencari nafkah dan mulai kesulitan membiayai keluarganya selama 5 bulan ini, puluhan karyawan Armani Hotel mengadu ke DPRD Barito Utara(Barut) Kalimantan Tengah. Keluhan itu tidak disampaikan melalui demo , tetapi dengan melayangkan surat, dan meminta keadilan.
Hotel Armani bernaugn pada bendera PT. Armani Perkasa. Bergerak di bidang perhotelan dan hiburan.
“Kami tidk bisa bekerja dan mencari nafkah selama 5 bulan ini. Padahal kami punya tanggungan hidup membiayai keluarga. Tempat hiburan(karaoke dan kafe) tempat kami bekerja tidak direkomendasikan beroperasi, dan semua karyawan dirumahkan,” kata Dedi, salah perwakilan karyawan Armani Hotel kepada wartawan di Muara Teweh, Senin (7/9/2020) kemarin.
Disampaikannya, surat dikirimkan tertanggal 7 September 2020. Intinya meminta perhatian dan keadilan atas kondisi para karyawan yang tidak bisa bekerja akibat kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Barito Utara terkait Pandemi covid-19.
“Melalui surat ini kami selaku karyawan PT. Armani Perkasa yang bergerak di bidang Hotel dan Hiburan ingin meminta keadilan kepada Ketua dan anggota DPRD Barito Utara agar dapat memediasi permasalahan yang dihadapi para karyawan dengan tempat kami bekerja tidak di perbolehkan beroperasi seperti biasa,” jelas Dedi.
Menurutnya, selama tempat mereka bekerja tutup, sementara fakta di lapangan menunjukkan data yang di keluarkan Satuan Tugas Covid – 19 Kalimantan Tengah bahwa kasus Covid-19 di Barito Utara masih terus meningkat.
“Data terakhir yang kami dapatkan dari instagram infomtw yang dikeluarkan Satuan Tugas Covid – 19 Kalimantan Tengah per tanggal 5 september 2020 pukul 15:00 WIB, ada 165 orang terkonfirmasi Covid-19. Kemudian pada 6 September juga mengalami peningkatan terkonfirmasi positif Covid sebanyak 33 orang sehingga totalnya mencapai 171 orang,” ucapnya.
Apabila Pemerintah Kabupaten Barito Utara atau Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Barito Utara betul-betul ingin memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk melindungi Kabupaten Barito Utara dari bahaya virus ini kenapa cuma tempat mereka bekerja saja yang ditutup.
“Kami berharap Pemkab Barito Utara maupun Satgas Covid-19 Barito Utara bisa bersikap adil, seharusnya tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkumpulnya orang banyak harus ditutup juga,” ungkapnya.
Sementara lanjut Dedi, kalau tempat mereka bekerja tidak di perbolehkan beroperasi seperti biasa, bagaimana nasib anak istri dan keluarga mereka. Penghasilan tidak ada, padahal perekonomian rumah tangga harus tetap terpenuhi.
“Untuk itu mohon kiranya Ketua DPRD Barito Utara bisa memberikan bantuan dan memberikan jalan penyelesaian yang terbaik, agar tidak ada yang merasa di rugikan,” imbuhnya.
Adapun beberapa keinginan dan harapan kami, seluruh karyawan Armani Hotel yang berjumlah 45 orang ini melalui surat kepada Ketua dan segenap anggota DPRD Barito Utara, diantaranya agar tempat bekerja bisa beroperasi seperti biasa.
“Kami siap mengikuti dan menjalankan aturan-aturan protokol kesehatan di tempat kami bekerja dan apabila tempat kami bekerja tidak diperbolehkan beroperasi seperti biasa, maka kami minta pemerintah daerah bisa memberikan bantuan layak kepada kami sebagai karyawan selama tempat kami bekerja tidak di perbolehkan beroperasi serta memberikan pekerjaan kepada kami dan di tuangkan dalam bentuk surat tertulis,” tuturnya.(eni)

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)





![Ilustrasi Piala Dunia [Unsplash/Fauzan Saari]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2025/10/piala-dunia-tvri-225x129.jpg)



![Final Liga Champions 2025/2026 akan menjadi panggung besar bagi dua kekuatan baru sepak bola Eropa, PSG vs Arsenal. [Suara.com/AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/arsenal-liga-225x129.jpg)




![Final Liga Champions 2025/2026 akan menjadi panggung besar bagi dua kekuatan baru sepak bola Eropa, PSG vs Arsenal. [Suara.com/AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/arsenal-liga-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



