Dianggap Biasa dalam Pergaulan, Candaan Body Shaming Dapat Merusak Mental Seseorang

- Jurnalis

Senin, 12 Juni 2023 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi body shaming (freepik.com/freepik)

ilustrasi body shaming (freepik.com/freepik)

1TULAH.COM-Kebiasaan bercanda secara berlebihan sudah sangat jamak terjadi di tengah masyarakat Indonesia yang penuh dengan basa-basi untuk membuka keakraban atau mencairkan suasana.

Namun, sebenarnya tidak semua bentuk candaan itu dapat membuka perasaan akrab seseorang. Sebaliknya justru dapat merusak mental. Contohnya adalah candaan body shaming.

Candaan body shaming ini justru dapat merusak mental seseorang. Karenanya, candaan seperti ini termasuk bagian dari sikap bullying atau perundungan.

Body Shaming merupakan suatu perilaku  mengkritik atau mengomentari keadaan fisik orang lain, dengan cara yang negatif. Perilaku ini tergolong sebagai tindakan bullying, secara verbal yang dapat merugikan orang lain, karena berdampak langsung pada kesehatan mental.

Body shaming dapat terjadi di mana saja, mulai dari lingkungan sekolah, tempat tinggal, pertemanan, hingga keluarga sekalipun.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh International Journal of Community Medicine and Public Health menyebutkan bahwa 44,9 % dari 800 siswa yang diuji pernah mengalami body shaming dari teman-temannya, setidaknya satu kali dalam satu tahun kebelakang.

Kondisi ini terbilang mengkhawatirkan karena anak-anak sekolah yang seharusnya mendapatkan pengalaman belajar yang baik, justru mengalami perundungan yang dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Lantas, seperti apa ciri perilaku body shaming tersebut? Melansir dari laman Help Guide, berikut empat diantaranya.

  1. Menilai Fisik Orang Lain Terlalu Gemuk, Padahal Tidak
Baca Juga :  Gedung DPR Diserbu Massa 27 Agustus: Simak Tuntutan RUU Perampasan Aset Hingga Evaluasi MBG

Ciri pertama dari perilaku body shaming yakni menilai bahwa tubuh orang lain terlalu gemuk, meski tidak sesuai dengan kenyataannya. Hal ini bisa terjadi akibat kebiasaan membanding-bandingkan standar kecantikan diri sendiri dengan orang lain, sehingga Anda merasa bahwa orang lain harus memiliki bentuk tubuh ideal seperti apa yang Anda pikirkan.

Selain itu, penilaian fisik orang lain juga dapat muncul ketika Anda merasa insecure dengan mereka. Anda merasa bentuk tubuh orang lain lebih baik, sehingga menggunakan komentar negatif untuk menyerang orang tersebut agar merasa malu dan menganggap diri mereka tidak lebih baik daripada Anda.

  1. Menyuruh Orang Lain untuk Berolahraga Supaya Terlihat kurus

Tidak ada salahnya kita mengajak orang lain untuk berolahraga. Selain menyehatkan tubuh, berolahraga juga mampu menciptakan berat badan ideal dan proporsional.

Akan tetapi, jika Anda menyuruh orang lain berolahraga supaya terlihat kurus sesuai dengan versi sendiri, itu berarti Anda telah melakukan body shaming terhadap orang tersebut.

Pasalnya, sebagian orang akan merasa lebih nyaman dengan bentuk tubuh mereka masing-masing. Jika Anda malah memaksa mereka untuk kurus, tentu orang lain akan tersinggung dengan ucapan atau perilaku tersebut.

  1. Mengomentari Pola Makan Orang Lain

Sama hal nya dengan berolahraga, menjaga pola makan dengan baik juga sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sehingga wajar rasanya jika Anda mengingatkan hal tersebut kepada orang-orang terdekat.

Baca Juga :  Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet

Akan tetapi, hal tersebut juga harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak terkesan menghakimi, agar orang lain tidak merasa tersinggung dan membenci Anda.

  1. Menggunakan Bentuk Fisik Orang Lain Sebagai Candaan

Setiap orang pasti menginginkan bentuk tubuh ideal untuk menampilkan kesan cantik bagi wanita dan tampan bagi pria. Meski begitu, tidak ada manusia yang terlahir dengan bentuk fisik yang sempurna. Sehingga tidak etis rasanya jika kamu menggunakan bentuk fisik sebagai bahan candaan.

Melansir dari International Journal of Environmental Research and Public Health, Perilaku body shaming dapat mempengaruhi kesehatan mental korbannya.

Mulai dari kecemasan, citra tubuh negatif, gangguan dismorfik tubuh, tingkat percaya diri yang lebih rendah, menyakiti diri sendiri hingga muncul keinginan bunuh diri, dan kualitas hidup yang lebih buruk karena merasa tidak mampu mencapai standar kecantikan atau ketampanan orang lain.

Dari pembahasan diatas bisa disimpulkan bahwa perilaku body shaming merupakan hal negatif yang perlu dihindari. Selain itu, kita perlu membuat batasan dalam menilai fisik seseorang. Jangan biarkan body shaming menjadi perilaku negatif yang dinormalisasi mengingat dampak buruk yang akan dirasakan oleh para korban. (Sumber:Suara.com)

 

 

 

Berita Terkait

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN
Banggar DPRD Kalteng dan TAPD Sepakati Tambahan Bagi Hasil Kab/Kota Rp186,71 Miliar di APBD 2027
Bupati Heriyus: Apkasi Expo Jadi Ajang Promosikan Potensi Murung Raya
Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet
Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka, Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi
Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri
DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit
Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Dari Isu Nuklir hingga Lingkungan: 750 Pemuda Internasional Cari Solusi Global di AYIMUN

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:23 WIB

Banggar DPRD Kalteng dan TAPD Sepakati Tambahan Bagi Hasil Kab/Kota Rp186,71 Miliar di APBD 2027

Jumat, 28 Agustus 2026 - 19:11 WIB

Bupati Heriyus: Apkasi Expo Jadi Ajang Promosikan Potensi Murung Raya

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Soroti Kredibilitas Pemerintah, Eks Direktur BAIS TNI Desak Presiden Prabowo Segera Evaluasi Kabinet

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:44 WIB

Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka, Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Prabowo di Muktamar ke-35 NU: Indonesia Segera Bangkit Jadi Negara Kuat dan Mandiri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 16:22 WIB

DPRD Kalteng Desak Dana BTT Karhutla Rp70 Miliar Segera Siap dan Bebas Prosedur Berbelit

Kamis, 27 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Jaga Kelembapan Gambut dan Habitat Orangutan, Mitigasi Karhutla di Kalbar Libatkan Warga Tapak

Berita Terbaru