Bandar Judi Indahkan Polisi, Tetap Gelar Permainan Dadu Gurak di Ritual Wara

- Jurnalis

Sabtu, 9 Juli 2022 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasan di TKP terlihat dipenuhi pengunjung bermain judi dadu gurak. Foto.Deni/1tulah.com

Suasan di TKP terlihat dipenuhi pengunjung bermain judi dadu gurak. Foto.Deni/1tulah.com

1TULAH.COM, MUARA TEWEH– Warning Kapolsek Teweh Tengah, unsur tripika dan tokoh umat agama Kaharingan(MD-AHK) Barito Utara, ternyata tak digubris oleh bandar-bandar judi.

Buktinya, mereka tetap menggelar permainan judi dadu gurak di tempat di gelarnya ritual Wara, di Km 18, Rt 008A, Desa Hajak, Kecamatan Teweh Baru, Kabupaten Barito Utara, Jumat, 08 Juli 2022, malam.

Informasi diperoleh media ini, hampir semua lapak judi dadu gurak menggelar permainan dengan perputaran uang.

Kapolsek Teweh Tengah Kompol Reny Arafah, di konfirmasi 1tulah.com, Jumat 08 Juli 2022, malam, membenarkan jika adanya permainan judi dadu gurak di lokasi tempat ritual Wara, Desa Hajak.

“Iya saat saya datang ke sana bersama anggota, semua lapak yang ada menggelar judi dadu gurak. Memang saat saya tiba di lokasi, semua bandar menghentikan permainan. Karena merasa terganggu yang mengakibatkan para bandar tidak bisa bermain. Saya malah diberi piring putih dan mereka meminta saya pergi dari lokasi itu, agar mereka bisa melanjutkan permainan. Tapi bagi saya tidak masalah” kata Kompol Reny Arafah.

Dia juga menambahkan, sempat terjadi penjelasan oleh damang Teweh Baru Yunius Bebi, tepat berada di lokasi dadu gurak, didepan pengunjung dan bandar-bandar serta dengan sejumlah orang, mencoba membahas boleh tidaknya permainan dan perjudian dadu gurak di ritual Wara.

Baca Juga :  Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

“Saya prihatin karena Damang Teweh Baru Yunius Bebi menjamin dan mempersilahkan bandar judi bermain dadu gurak. Karena menurut dia, itu adat yang perlu di pertahankan. Dia juga meminta jangan di sangkut paut kan dengan salah satu agama karena itu murni adat.

“Dia juga menyatakan bila di dalam usik liau perputaran uang itu ada walau pun itu jumlahnya banyk, dan itu dibenarkan oleh Kandong Hajak yang pada saat itu ikut menjelaskan. Bahkan Kandong Hajak sendiri mengatakan apabila usik liau atau dadu gurak boleh dimainkan oleh orang diluar agama Kaharingan atau diluar keluarga dari pemilik acara,” sambung Kompol Reny.

Lalu bagaimana tindakan polisi? Kompol Reny Arafah menjawab dengan tegas kami tidak melarang ritual Wara nya, namun tidak ada dadu gurak dan sejenisnya, yang selama ini di dompleng oleh orang-orang yang jelas-jelas mempunyai kepentingan, hobi, bahkan mencari kekayaan pribadi.

“Tetap kami tindak, karena ini sudah masuk tindak pidana perjudian,” terangnya.

Menurut Reny, di ritual Wara, rata-rata perputaran uang satu lapak minimal Rp100 juta permalam. Itu sudah paling minimal. Bayangkan bila ada lebih dari 7 lapak, diperkiraan Rp 700 juta smpai 1 miliyar lebih permalam. Itu belum termasuk perjudian di arena sabung Ayam yg slama ini tidak sesuai dengan tata cara usik liau yg sebenarnya.

Baca Juga :  KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Selama ini bila ada acara Ritual Wara, dipastikan tingkat kejahatan meningkat. Terutama KDRT dan pencurian. “Wajar bila sebagai Kapolsek menindak tegas yang berani mengganggu kamtibnas serta kegiatan yang diikuti oleh judi dan perputaran uang,” jelasnya.

Apalagi selama ini di laksanakan kebanyakan dipinggir jalan raya atau jalan negara banyak masyarakat umum melihat seolah-olah slama ini pembiaran oleh aparat penegak hukum dan pemerintah setempat

bahkan yang lebih memprihatinkan dan tidak memiliki hati bagi perekom dan pendompleng acara, sampai “anak-anak dibawah umur” yang masih sekolah pun datang buat menonton acara, ini di buktikan sendiri dengan kedatangan kapolsek ke ritual wara berlokasi di 12/18.

“Miris menyaksikan sendiri banyaknya anak-anak yang menonton bahkan sampai naik ke panggung lapak dadu gurak menonton serta membuat video kegiatan tersebut,” tutupnya .(*)

 

Berita Terkait

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed
KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed
Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas
Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia
Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking
Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil
Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami
Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:31 WIB

Kampus Tunggu Informasi Resmi usai KPK Segel Sejumlah Ruang Pimpinan Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:29 WIB

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Atraksi Terjun Payung Rp305 Juta Disorot ICW: Dinilai Tak Sesuai Skala Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:14 WIB

Karhutla 2026 Merekah Lagi: Ratusan Titik Asap Terdeteksi, Asap Kalimantan Sudah Capai Malaysia

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:35 WIB

Mengapa Pidato Presiden Kerap Selip Lidah? Pengamat Soroti Pentingnya Fact-Checking

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:14 WIB

Ratakan Distribusi Pengajar, DPRD Kalteng Minta Formasi ASN Guru Prioritaskan Daerah Terpencil

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Bantah Masuk Islam, Roberto Carlos Ungkap Alasan Pernikahannya Gelar Tradisi Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Polri Absen Rapat Konflik Agraria, KPA Desak Komisi III DPR Panggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB