Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Pergi ke Luar Negeri, Karena Omicron Mewabah

- Jurnalis

Senin, 13 Desember 2021 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Antara

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Foto: Antara

1tulah.com, JAKARTA – Pemerintah meminta dan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak, karena varian Omicron sudah menyebar di 70 negara.

Hal itu disampaikan Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi sewaktu memberi keterangan pers seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden secara virtual di Jakarta, Senin 13 Desember 2021.

Baca Juga :  Bupati Mura Dukung PPID, Heriyus: Percepat Ekspor Komoditas Unggulan

Menlu Retno, mengingatkan sudah lebih dari 70 negara atau wilayah, yang mendeteksi masuknya varian Omicron.

Beberapa negara, kata Menlu Retno, adalah negara di sekitar Indonesia.

Selain itu, Menlu Retno menyampaikan bahwa Inggris telah menaikkan level kewaspadaan COVID-19 dari level 3 menjadi level 4, pascapenambahan 1.239 kasus varian Omicron pada Minggu, 12 Desember 2021.

Menurut Menlu, penambahan kasus di Inggris itu mencapai dua kali lipat dibandingkan sehari sebelumnya, tanggal 11 Desember 2021.

Baca Juga :  Jejak Karier Hery Susanto: Dari Aktivis KAHMI hingga Jadi Ketua Ombudsman yang Ditangkap Kejagung

Di sisi lain, organisasi kesehatan dunia WHO telah menyebutkan bahwa bukti-bukti berkait kecepatan dan dampak varian Omicron masih terbatas, dan para ahli masih bekerja keras untuk menemukan data yang diperlukan.

“Selain akselerasi vaksinasi, dibutuhkan protokol kesehatan yang ketat, serta membatasi pergerakan,” kata Menlu Retno. *

Sumber: Antara

Berita Terkait

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB