Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

- Jurnalis

Sabtu, 7 November 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penyadapan Prabowo dan sejumlah pejabat serta tokoh

Ilustrasi penyadapan Prabowo dan sejumlah pejabat serta tokoh

1TULAH.COM-Skandal penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto dan pejabat negara terbongkar. Melibatkan mantan Kapolri dan perwira tinggi, simak analisis teknologi LIMS dan proses hukumnya.

Isu mengenai keberadaan ‘Dewan Jenderal’ kembali mencuat ke ruang publik. Hal ini dipicu oleh terbongkarnya skandal penyadapan ilegal skala besar yang menyasar Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara lainnya.

Operasi intersepsi komunikasi tanpa izin tersebut diperkirakan berlangsung selama satu tahun penuh, terhitung sejak Oktober 2025 hingga Oktober 2026.

Selain lingkaran utama kekuasaan, jangkauan penyadapan ilegal ini dilaporkan turut menyasar deretan menteri, tokoh partai politik, pimpinan organisasi masyarakat (ormas), aktivis LSM, pelaku usaha, hingga awak media.

Daftar Tersangka Kasus Penyadapan Ilegal

Merespons pelanggaran berat tersebut, pihak kepolisian telah resmi menetapkan empat orang tersangka. Keempat figur yang terseret dalam kasus ini merupakan nama-nama besar di lingkungan institusi kepolisian:

  1. Jenderal Polisi (Purn.) Listyo Sigit Prabowo (LSP) – Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) yang juga merupakan mantan Kapolri.

  2. Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EH) – Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri.

  3. Irjen Pol Ahrie Sonta Nasution (ASN) – Kepala Divisi Hukum (Kadivkum) Polri.

  4. Irjen Pol Slamet Uliandi (SU) – Perwira Tinggi Polri.

Penyalahgunaan Teknologi Lawful Interception Management System (LIMS)

Operasi intersepsi terlarang ini memanfaatkan infrastruktur Lawful Interception Management System (LIMS). Perangkat teknologi yang secara aturan diperuntukkan bagi aparat penegak hukum guna kepentingan pembuktian perkara pidana sah tersebut, disalahgunakan untuk memantau jalur komunikasi target tanpa verifikasi maupun dasar hukum yang valid.

Baca Juga :  Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber Indonesia (CISSReC), Pratama Persadha, menjelaskan karakteristik operasional LIMS:

“LIMS adalah platform yang menghubungkan kebutuhan penyadapan aparat dengan infrastruktur operator telekomunikasi. Sistem ini meneruskan instruksi intersepsi ke jaringan operator, lalu menyalin komunikasi target ke pusat pemantauan yang berwenang,” ujar Pratama.

Mekanisme Kerja & Celah Keamanan LIMS

  • Perekaman Data: LIMS bekerja dengan mengumpulkan isi percakapan telepon beserta metadata komunikasi (nomor yang dihubungi, waktu panggilan, durasi, hingga pemetaan pola relasi).

  • Perbedaan dengan Spyware: Berbeda dari software pengintai seperti Pegasus atau Predator yang menyusup ke fisik gawai, LIMS beroperasi murni melalui penyadapan tingkat jaringan penyedia layanan telekomunikasi.

  • Pelanggaran Prosedur: Penomoran telepon dimasukkan ke server LIMS secara manual tanpa verifikasi, tanpa dokumen Laporan Polisi (LP), dan tanpa Surat Perintah Penyelidikan/Penyidikan.

  • Upaya Penghapusan Jejak: Pada Oktober 2026, teridentifikasi adanya instruksi penghapusan berkas hasil penyadapan untuk menyamarkan jejak aktivitas ilegal tersebut.

Pratama menegaskan bahwa dalam sistem ideal, penambahan nomor target harus melalui otoritas berjenjang. Selain itu, audit trail forensik digital harus dapat mengusut log server yang tersimpan di infrastruktur terpisah agar tidak bisa dimanipulasi oleh administrator utama.

Baca Juga :  Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Sorotan Pengamat: Pembuktian Potensi Delik Makar dan User Akhir

Skandal penyadapan terhadap kepala negara aktif menarik perhatian serius dari para pakar hukum dan keamanan. Pengamat Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Bambang Rukminto, menekankan pentingnya pengusutan tuntas terhadap pihak penerima data (end user).

Aspek Analisis Keterangan Pengamat
Potensi Delik Makar Penyelidikan harus menguji konstruksi hukum secara hati-hati karena perbuatan makar memiliki pembuktian yang kompleks.
Penelusuran User Penyidik Bareskrim Polri didorong membongkar siapa pengguna akhir dari data hasil penyadapan ilegal tersebut.
Dampak Spionase Penyadapan pada warga sipil/pengusaha umumnya bermotif intimidasi atau bargaining politik, namun dampaknya jauh lebih krusial jika menyasar simbol kepemimpinan negara.

Kapolri Bentuk Tim Khusus Investigasi

Menanggapi dinamika kasus yang menyita perhatian masyarakat luas, Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi membentuk Tim Khusus (Timsus) untuk mengusut perkara ini secara transparan dan menyeluruh.

  • Penanggung Jawab Timsus: Dipimpin langsung oleh Komjen Pol Asep Safrudin.

  • Fokus Investigasi: Melakukan pemeriksaan investigatif mendalam atas pelanggaran akses ilegal sistem sadap serta penelusuran aset data.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, mengonfirmasi bahwa penanganan kasus ini dimonitor langsung oleh pucuk pimpinan Polri guna memastikan kepastian hukum serta penegakan disiplin internal. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan
Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak
Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI
Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?
Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 07:30 WIB

Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 16:39 WIB

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 November 2026 - 14:22 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Jumat, 6 November 2026 - 06:51 WIB

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Jumat, 6 November 2026 - 06:42 WIB

Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Berita Terbaru

Pelantikan puluhan pejabat  lingkup pemkab Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Daerah

Stardian Dipercaya Pimpin Dinas PUPR Murung Raya

Jumat, 6 Nov 2026 - 16:34 WIB

Pelantikan puluhan pejabat  lingkungan Pemerintah Kabupaten Murung Raya oleh bupati Heriyus, Jumat (6/11/2026).

Berita

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:38 WIB