1tulahcom, Palangka Raya – ASN Kalteng Tidak WFH 2026 ditegaskan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang memastikan aparatur sipil negara (ASN) tetap bekerja normal setelah libur Hari Raya Idulfitri 2026.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Kalimantan Tengah Leonard S. Ampung menyampaikan bahwa kebijakan work from home (WFH) tidak diterapkan di lingkungan Pemprov Kalteng karena kondisi daerah yang berbeda dengan kota-kota besar.
“Sementara WFH kita tidak lakukan di Kalimantan Tengah, itu beda dengan di kota-kota besar,” ujarnya di Palangka Raya, Minggu (22 Maret 2026).
Kondisi Kalteng Tidak Seperti Kota Besar
Menurut Leonard, kebijakan WFH di sejumlah daerah umumnya bertujuan untuk mengurai kepadatan arus mudik dan arus balik yang berpotensi menyebabkan kemacetan tinggi.
“Karena intinya WFH itu karena arus mudik atau arus balik yang padat, sehingga bisa bekerja dari mana saja,” jelasnya.
Namun, kondisi lalu lintas di Kalimantan Tengah dinilai relatif lancar dan tidak mengalami kepadatan seperti di wilayah metropolitan, sehingga tidak diperlukan kebijakan kerja dari rumah.
ASN Tetap Masuk Kerja 25 Maret 2026
Dengan kondisi tersebut, ASN di lingkungan Pemprov Kalteng dijadwalkan kembali masuk kerja sesuai kalender yang telah ditetapkan, yakni pada 25 Maret 2026.
“Kalau di Kalimantan Tengah relatif tidak terjadi kemacetan, jadi kita harapkan ASN kembali bekerja normal agar pelayanan publik tidak terganggu,” tegas Leonard.
Kebijakan Pusat Bersifat Opsional
Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Airlangga Hartarto menyampaikan rencana penerapan WFH satu hari dalam sepekan bagi ASN dan pekerja swasta pasca Lebaran 2026.
Namun, kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah, sehingga Pemprov Kalimantan Tengah memilih tetap menjalankan sistem kerja normal.
Dengan keputusan ini, diharapkan pelayanan publik di Kalimantan Tengah tetap berjalan optimal dan tidak mengalami gangguan pascalibur Idulfitri.(*)
Penulis : Hewu
























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

