Ironi Sektor Pendidikan: Masuk 5 Besar Wilayah Rawan Korupsi di Tengah Anggaran Fantastis

- Jurnalis

Sabtu, 3 Januari 2026 - 06:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi korupsi pendidikan. (Suara.com)

Ilustrasi korupsi pendidikan. (Suara.com)

1TULAH.COM-Pendidikan kerap diagungkan sebagai fondasi utama masa depan bangsa. Namun, di balik visi mulia tersebut, terdapat kenyataan pahit yang terus menggerogoti: korupsi.

Sektor yang seharusnya menjadi teladan integritas bagi anak-anak bangsa justru berulang kali masuk dalam “daftar merah” praktik rasuah di Indonesia.

Berdasarkan data terbaru dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM, pendidikan secara konsisten berada di lingkaran lima besar sektor paling rawan korupsi, bersanding dengan sektor strategis lainnya seperti sumber daya alam dan keuangan.

Pendidikan dalam Lingkaran Lima Besar Sektor Korup

Sepanjang tahun 2024 hingga awal 2026, tren korupsi di dunia pendidikan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Peneliti ICW, Almas Sjafrina, mengungkapkan bahwa sektor ini nyaris tak pernah keluar dari lima besar sektor dengan kasus korupsi tertinggi.

  • Catatan Kasus 2024: Terdapat 25 kasus korupsi dengan 60 tersangka.

  • Kerugian Negara: Mencapai Rp105 miliar.

  • Tren Penurunan Semu: Meskipun jumlah kasus secara administratif menurun di bawah 50% dibandingkan tahun sebelumnya, ICW menegaskan ini bukan berarti praktik korupsi berkurang.

“Kami melihat sebenarnya bukan korupsi sektor pendidikan yang turun, tetapi kinerja penindakan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum,” tegas Almas dalam konferensi pers Rapor Pendidikan 2025 (30/12/2025).

Celah Baru: Dari Petty Corruption hingga Proyek Raksasa

Penurunan angka kasus justru dicurigai sebagai indikasi semakin lihainya para pelaku dalam menyembunyikan jejak. Saat ini, muncul celah-celah baru baik dalam skala kecil maupun besar:

  1. Petty Corruption (Korupsi Skala Kecil): Berupa pungutan liar (pungli) di tingkat sekolah yang langsung membebani orang tua siswa.

  2. Markup Pengadaan: Modus klasik di mana penyedia barang dan pihak sekolah “main mata” untuk menggelembungkan harga, seperti yang diduga terjadi pada kasus pengadaan Chromebook.

  3. Penyalahgunaan Anggaran: Manipulasi dana bantuan atau proyek infrastruktur pendidikan di daerah-daerah.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Sorotan Tajam: Anggaran Jumbo Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian di tahun 2026 adalah program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini memiliki target ambisius namun menyimpan risiko korupsi yang masif akibat anggaran yang melonjak tajam.

Tahun Target Penerima Alokasi Anggaran
2025 19,47 Juta Rp71 Triliun
2026 82,9 Juta Rp335 Triliun

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru