Seminar Natal Nasional Jadi Wadah Kalteng Gaungkan Nilai Huma Betang di Keluarga Modern

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 13:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Kalteng Buka Seminar Natal Nasional 2025, Dorong Huma Betang sebagai Fondasi Penguatan Keluarga (MMC Kalteng)

Pemprov Kalteng Buka Seminar Natal Nasional 2025, Dorong Huma Betang sebagai Fondasi Penguatan Keluarga (MMC Kalteng)

1TULAH.COM, Palangkaraya – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah, Yulindra Dedy, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran, secara resmi membuka Seminar Natal Nasional Tahun 2025 pada Jumat (12/12/2025) di Gedung Serba Guna Paroki Santa Maria, Palangka Raya.

Seminar tersebut mengangkat tema “Falsafah Huma Betang dalam Membangun dan Membina Keluarga Mandiri di Kalimantan Tengah.”

Melalui sambutanya, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedy menyampaikan bahwa Natal adalah momentum untuk memperkuat kebersamaan dan keharmonisan.

“Natal adalah momentum untuk menata hati, mempererat persaudaraan, dan memperbarui komitmen membangun masyarakat yang adil dan makmur,” tutur Yulindra.

Yulindra menegaskan pentingnya penerapan nilai kearifan lokal dalam pembangunan keluarga masa kini.

“Huma Betang bukan sekadar rumah panjang, tetapi filosofi kehidupan yang menanamkan nilai keharmonisan, kekeluargaan, dan kemandirian,” tegas Yulindra.

Yulindra menyampaikan bahwa keluarga adalah fondasi bagi masa depan daerah.

“Keluarga mandiri adalah keluarga yang beriman kuat, ekonomi tangguh, dan berkarakter unggul. Inilah fondasi pembentukan generasi masa depan Kalimantan Tengah,” imbuh Yulindra.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Yuliandra juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam memperkuat nilai kearifan lokal.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen memperkuat kearifan lokal dalam setiap program pembangunan untuk mewujudkan daerah yang damai, maju, dan sejahtera,” pungkas Yulindra.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Tengah Linae Victoria Aden, memaparkan pentingnya falsafah Huma Betang sebagai pilar ketahanan dan kemandirian keluarga.

“Huma Betang adalah simbol kebersamaan dan harmoni yang relevan untuk memperkuat ketahanan keluarga di masa kini,” jelas Linae.

Linae menyampaikan bahwa tantangan keluarga modern semakin kompleks sehingga perlu penguatan yang menyeluruh.

“Ketahanan keluarga tidak hanya menyangkut ekonomi, tetapi juga kemampuan menghadapi krisis, menjaga komunikasi, dan membangun hubungan yang sehat,” ujar Linae.

Linae juga menyoroti pentingnya perlindungan kelompok rentan melalui berbagai layanan pemerintah.

Baca Juga :  Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

“Perempuan dan anak adalah kelompok yang paling rentan. Melalui Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga, serta Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak, kami berupaya memastikan mereka memperoleh perlindungan dan layanan yang layak,” terang Linae.

Linae menegaskan bahwa penguatan keluarga adalah investasi pembangunan jangka panjang.

“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi berkualitas. Karena itu, penguatan keluarga adalah investasi penting bagi masa depan Kalimantan Tengah,” tandas Linae.

Seminar Natal Nasional 2025 ini diharapkan menjadi ruang perumusan strategi penguatan keluarga serta memperkokoh nilai Huma Betang sebagai identitas budaya dan moral masyarakat Kalimantan Tengah.

Tampak hadir FORKOPIMDA, Kakanwil Kemenag Kalimantan Tengah Muhammad Yusi Abdhian, Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI Suwarsono, Kepala Staf Kepresidenan RI Muhammad Qodari, Pembimas Katolik Kalimantan Tengah Sandra Mariyus, Rektor STIPAS Tahasak Danum Pambelum Fransiskus Janu Hamu, serta tokoh agama, akademisi, dan unsur masyarakat.(*)

Penulis : Yehezkiel

Editor : Apri

 

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Berita Terbaru