Hadiri KTT BRICS, Presiden Prabowo: Indonesia Siap Bekerja Sama Wujudkan Tatanan Dunia yang Adil

- Jurnalis

Selasa, 9 September 2025 - 10:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]

Presiden Prabowo Subianto menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting, Senin (8/9/2025). [Cahyo - Biro Pers Sekretariat Presiden]

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto secara virtual menghadiri BRICS Leaders Virtual Meeting pada Senin, 8 September 2025, dari kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta Selatan.

Pertemuan daring ini menjadi wadah bagi para pemimpin negara anggota BRICS untuk membahas isu-isu global dan memperkuat kerja sama multilateral di tengah tantangan geopolitik yang semakin kompleks.

Sejumlah kepala negara dan perwakilan tinggi hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Rusia Vladimir Putin, serta perwakilan dari Iran, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Ethiopia, dan India.

Indonesia Dukung Penuh Inisiatif BRICS sebagai Pilar Stabilitas Global

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo mendapatkan giliran keempat untuk menyampaikan pandangan Indonesia. Beliau menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap berbagai inisiatif yang dihasilkan dalam forum BRICS.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

“Kami sepenuhnya mendukung inisiatif-inisiatif yang telah diambil. Kami mengapresiasi kepemimpinan Presiden Lula dan Indonesia berkomitmen untuk bekerja lebih erat dengan seluruh negara BRICS,” ujar Prabowo, dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

Menurut Prabowo, BRICS kini telah menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan harapan di tengah dinamika geopolitik internasional yang penuh tantangan. Beliau menyoroti bahwa multilateralisme sedang menghadapi ujian serius, dan BRICS memiliki peran krusial untuk menciptakan tatanan dunia yang lebih adil dan seimbang.

BRICS Sebagai Kekuatan Ekonomi dan Populasi Terbesar

Prabowo juga menyoroti potensi besar BRICS sebagai kekuatan strategis di kancah global. Dengan cakupan lebih dari 55% populasi dunia dan lebih dari 40% Produk Domestik Bruto (PDB) global, BRICS telah menjelma sebagai entitas yang memiliki ekonomi, populasi, dan pasar terbesar di dunia.

Baca Juga :  Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

“BRICS memiliki ekonomi terbesar, negara dengan populasi terbesar, pasar terbesar, serta negara-negara dengan sumber daya alam besar dan sumber daya penting. Karena itu, BRICS semakin muncul sebagai pilar kekuatan. Indonesia mendukung kelanjutan peran ini,” tegas Prabowo.

Prabowo juga menekankan pentingnya keterbukaan, koordinasi, dan kerja sama erat untuk menghadapi ketidakpastian global. Beliau menilai bahwa BRICS memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi motor dalam mewujudkan dunia yang lebih seimbang.

“Kita memang harus terus melanjutkan dan bekerja lebih erat bersama. Kita harus lebih sering berkonsultasi satu sama lain,” pungkasnya, menandakan komitmen kuat Indonesia untuk berkolaborasi lebih intensif dengan negara-negara anggota BRICS. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Bantah Tudingan Penyadapan Presiden Prabowo, Ancam Somasi 3×24 Jam
Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan
Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif
Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan
Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak
Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI
Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 15:09 WIB

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia Bantah Tudingan Penyadapan Presiden Prabowo, Ancam Somasi 3×24 Jam

Sabtu, 7 November 2026 - 07:30 WIB

Mengenal Sistem LIMS, Teknologi Sadap Telekomunikasi di Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Jumat, 6 November 2026 - 16:39 WIB

Status Istri Siri Disudutkan, Kemen PPPA Tegaskan Korban Pembunuhan Madiun Berhak Atas Keadilan

Jumat, 6 November 2026 - 14:38 WIB

Heriyus Dorong Pejabat Mura Berinovasi dan Adaptif

Jumat, 6 November 2026 - 14:22 WIB

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Serda Heri, Kru Terakhir Helikopter MI-17 yang Jatuh di Seruyan

Jumat, 6 November 2026 - 12:50 WIB

Komnas HAM Nilai Penegakan Hukum Karhutla Belum Berpihak pada Masyarakat Terdampak

Jumat, 6 November 2026 - 06:51 WIB

Isu Penyadapan Presiden Prabowo: Seskab Teddy Indra Wijaya Dikabarkan Sempat Diperiksa POM TNI

Jumat, 6 November 2026 - 06:42 WIB

Bareskrim Tetapkan Anggota Polri Berinisial SU Jadi Tersangka Kasus Penyadapan Presiden Prabowo, Apa Perannya dalam Kasus Ini?

Berita Terbaru