Komandan Brimob Pelanggar Kode Etik Dipecat, Buntut Kasus Tewasnya Driver Ojol di Jakarta

- Jurnalis

Kamis, 4 September 2025 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komandan Batalyon Resimen IV Korps Brimob Polri Kompol Cosmas Kaju Gae (tengah) berjalan usai
mengikuti sidang putusan etik di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/9/2025) malam. [ANTARA
FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom]

Komandan Batalyon Resimen IV Korps Brimob Polri Kompol Cosmas Kaju Gae (tengah) berjalan usai mengikuti sidang putusan etik di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/9/2025) malam. [ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom]

1TULAH.COM-Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah tegas dalam menindaklanjuti kasus meninggalnya pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan. Dalam sidang putusan etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (3/9/2025) malam, Komandan Batalyon Resimen IV Korps Brimob Polri Kompol Cosmas Kaju Gae resmi dijatuhi sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Keputusan ini diambil setelah Kompol Cosmas Kaju Gae dinilai melakukan pelanggaran berat dalam insiden tragis yang menewaskan Affan. Korban, yang merupakan seorang driver ojek daring, tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat berlangsungnya aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8/2025).

Pelanggaran Berat yang Berujung Sanksi PTDH

Menurut keterangan resmi dari Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Kompol Cosmas Kaju Gae diberhentikan karena melanggar sumpah janji anggota Polri, janji jabatan, dan kode etik profesi. Sanksi PTDH merupakan bentuk hukuman terberat bagi anggota Polri yang melakukan pelanggaran disiplin atau etik yang tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga :  Pendaftaran MagangHub 2026 Batch 3 Ditutup Rabu 4 November, Kemnaker Imbau Segera Daftar

Usai menjalani sidang etik, Kompol Cosmas terlihat berjalan keluar dari ruang sidang dengan kepala tertunduk, dikawal oleh anggota Provos. Pemandangan ini mencerminkan dampak serius dari putusan yang telah dijatuhkan terhadapnya.

Keputusan ini menunjukkan komitmen Polri untuk menjaga integritas dan profesionalisme institusi, serta memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya. PTDH kepada Kompol Cosmas juga diharapkan menjadi peringatan bagi seluruh anggota Polri agar selalu bertindak sesuai prosedur dan mengedepankan keselamatan publik dalam setiap tugas, terutama saat menghadapi situasi yang berisiko tinggi seperti aksi unjuk rasa.

Tujuh Anggota Brimob Terlibat dalam Insiden

Dalam insiden yang menyebabkan tewasnya Affan Kurniawan, tercatat tujuh anggota Brimob terlibat. Selain Kompol Cosmas Kaju Gae, enam anggota lainnya yang juga terperiksa dalam kasus ini adalah Bripka Rohmat, Briptu Danang, Bripda Mardin, Bharada Jana Edi, Bharaka Yohanes David, dan Aipda M. Rohyani.

Baca Juga :  Komisi III DPRD Kalteng Soroti Pemulihan Ekonomi dan Lingkungan Pascakarhutla: Dorong Aktivitas Warga Kembali Normal!

Meskipun baru Kompol Cosmas yang dijatuhi sanksi PTDH, proses hukum dan sidang etik terhadap anggota lain yang terlibat masih terus berjalan. Polri berjanji akan menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional, memastikan semua pihak yang bertanggung jawab mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan.

Diharapkan, penegakan hukum internal ini dapat menjadi momentum untuk perbaikan tata kelola dan operasional di tubuh Brimob Polri, demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru