Polemik Usulan Menkes: Dokter Umum Berwenang Operasi Caesar? Kekhawatiran dan Solusi Mencuat

- Jurnalis

Senin, 12 Mei 2025 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: Sekretariat Presiden

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Dok: Sekretariat Presiden

1TULAH.COM-Sebuah wacana kontroversial mencuat dari Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin. Beliau mengusulkan pemberian kewenangan kepada dokter umum untuk melakukan operasi caesar dalam kondisi tertentu.

Usulan yang disampaikan dalam diskusi bersama jurnalis senior Rosiana Silalahi ini seketika memantik perdebatan sengit di berbagai platform media sosial, melibatkan tenaga medis hingga masyarakat luas.

Menkes Soroti Ketimpangan Dokter Spesialis Kandungan di Daerah Terpencil

Dalam potongan video yang viral di media sosial, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan kekhawatirannya terkait distribusi dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn) yang tidak merata di Indonesia. Beliau menyoroti kondisi di wilayah terpencil dan pelosok yang seringkali kekurangan tenaga ahli tersebut.

Sambil menirukan gerakan tangan menyayat, Menkes menyampaikan, “Kalau dulu dokter umum bisa melakukan caesar, walaupun motongnya begini ya, bukannya begini.”

Lebih lanjut, beliau mempertanyakan perubahan kebijakan yang melarang dokter umum melakukan tindakan yang dulunya diperbolehkan. “Tiba-tiba sekarang nggak boleh lagi dokter umum, karena yang melakukan misalnya hanya spesialis obgyn. Tapi apakah spesialis obgyn ada di 514 kabupaten/kota? Kalau dia cuma ada di 200, yang 300 gimana? Kalau menurut saya, 300 dokter umumnya diajarin dong, boleh,” ujarnya, seperti dikutip dari Suara.com pada Minggu (11/5/2025).

Reaksi Keras dari Organisasi Profesi Medis dan Dokter

Pernyataan Menkes ini langsung menuai respons beragam, terutama dari kalangan profesional medis. Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim B. Yanuarso, melalui akun Instagram pribadinya, @dr.piprim, menyampaikan pertanyaan retoris yang menggambarkan kekhawatiran mendalam terkait kompetensi dan potensi risiko bagi dokter umum maupun pasien.

Baca Juga :  Strategi Menhut Raja Juli Antoni Perkuat Pasar Karbon Nasional: Transparan dan Terintegrasi Global

“Gimana ibu-ibu hamil apakah sudah siap dioperasi sesar oleh dokter umum? Gimana dokter umum apakah siap operasi sesar?” tulis dr. Piprim dengan nada bertanya.

Kritik serupa juga datang dari dokter lain, salah satunya dr. Apin, yang aktif di media sosial. Beliau menyoroti potensi dampak hukum yang akan dihadapi dokter umum jika terjadi komplikasi atau hal yang tidak diinginkan pada pasien yang dioperasi caesar oleh mereka. “Ujung-ujungnya kalau pasien nggak selamat, dokternya juga yang dituntut. Yang buat kebijakan? Ya dia udah ada di mana,” tulis dr. Apin dengan nada sinis.

Kritik Pedas dari Warganet: Abaikan Standar Pendidikan Kedokteran

Reaksi publik di media sosial pun tak kalah kritis. Banyak netizen menilai usulan Menkes ini sebagai langkah yang mengabaikan standar pendidikan kedokteran yang telah mapan.

“Pak, buat apa ada PPDS (Pendidikan Program Dokter Spesialis) kalau dokter umum bisa jadi dokter bedah? Apa nggak sekalian aja anak yang baru lulus SMA bisa langsung jadi dokter, nggak perlu kuliah kedokteran, yang penting sudah diajarin temannya yang dokter?,” komentar seorang netizen dengan nada sarkastis.

Netizen lain menawarkan solusi yang berbeda untuk mengatasi masalah kekurangan dokter spesialis di daerah terpencil. “Soalnya di pedalaman minim dokter obgyn. Tapi saya bingung, kenapa nggak disekolahin spesialis lagi aja sama pemerintah dokter-dokter pedalaman itu supaya bisa pemerataan sekalian, kan?.”

Baca Juga :  Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Isu keselamatan pasien juga menjadi perhatian utama. “Menkes berbasis cuan sih ini. Nggak mikirin keselamatan. Emang ‘ngajarin’ cara sesar itu kayak ngajarin PR anak SD apa? Bisa dilakukan dalam beberapa bulan aja?” tulis seorang netizen dengan nada geram.

Penjelasan Menkes: Solusi Mendesak, Bukan Pengganti Dokter Spesialis

Meskipun menghadapi gelombang kritik, Menkes Budi Gunadi Sadikin tetap bersikukuh bahwa solusi inovatif perlu dicari untuk mengatasi ketimpangan distribusi tenaga medis, terutama di daerah yang benar-benar tidak memiliki dokter spesialis kandungan.

Beliau menekankan bahwa usulan ini bertujuan untuk menjawab kebutuhan mendesak di lapangan dan bukan untuk menggantikan peran dokter spesialis obgyn secara keseluruhan. Dalam kondisi darurat dan tanpa adanya dokter spesialis, dokter umum yang terlatih diharapkan dapat menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.

Belum Ada Kejelasan Regulasi, Polemik Diprediksi Berlanjut

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi atau tindak lanjut regulasi dari Kementerian Kesehatan terkait wacana kontroversial ini. Polemik diyakini akan terus berkembang mengingat sensitivitas isu keselamatan pasien dan profesionalisme dalam tindakan medis.

Masyarakat dan tenaga kesehatan akan terus menanti kejelasan dan dasar pertimbangan yang lebih komprehensif dari pemerintah terkait usulan ini. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten
Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur
Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.
Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR
Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal
Viral Ancaman Tutup Rekening Massal BNI, Buntut Kasus Dana Umat di Aek Nabara Sumut
Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang
Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 20:57 WIB

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 April 2026 - 20:49 WIB

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 April 2026 - 18:40 WIB

Tragedi di Bandara Karel Sadsuitubun: Ketua Golkar Nus Kei Tewas Ditikam, Dua Terduga Pelaku Diringkus.

Minggu, 19 April 2026 - 18:23 WIB

Miris! KPK Sebut Pejabat Hasil Pilkada 2024 Korupsi Demi Kepentingan Pribadi dan THR

Minggu, 19 April 2026 - 13:34 WIB

Skandal Etika Pelajar: Viral Siswa SMAN 1 Purwakarta Acungkan Jari Tengah ke Guru, Berakhir Maaf Massal

Minggu, 19 April 2026 - 08:24 WIB

Nostalgia di SUGBK: Barcelona Legends Cukur DRX World 3-0, Rivaldo Jadi Bintang

Sabtu, 18 April 2026 - 18:52 WIB

Polisi Usut Kasus Balita Meninggal di Kediri yang Ditemukan dengan Luka Lebam

Sabtu, 18 April 2026 - 18:17 WIB

Kemenag Siapkan Skema Kontingensi untuk Petugas Haji di Tengah Konflik Timteng

Berita Terbaru

Ilustrasi Uang. Sumber foto : suara.com

Nasional

Polri Bongkar Sindikat Peredaran Uang Palsu Dolar AS di Banten

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:57 WIB

Ilustrasi Polisi. Sumber foto : suara.com

Berita

Polisi Gagalkan Aksi Tawuran Pemuda di Wilayah Jakarta Timur

Minggu, 19 Apr 2026 - 20:49 WIB