Listrik di Pulau Bali Sempat Padam Total! PLTU Celukan Bawang Ungkap Penyebab Sebenarnya

- Jurnalis

Minggu, 4 Mei 2025 - 07:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mati lampu. (Shutterstock)

Ilustrasi mati lampu. (Shutterstock)

1TULAH.COM-PT General Energy Bali (GEB), pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Celukan Bawang, dengan tegas membantah tudingan bahwa pembangkit mereka menjadi penyebab utama blackout atau pemadaman listrik total yang melanda seluruh Bali pada Jumat (2/5/20250 sore.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Manajer Teknis PLTU Celukan Bawang, Helmy Rosadi, sebagai respons terhadap berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat.

Gangguan SUTT Jawa Timur Jadi Pemicu Utama Pemadaman Listrik Bali

Menurut Helmy Rosadi, penyebab utama dari pemadaman listrik total di Bali adalah gangguan signifikan yang terjadi pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV di Jawa Timur. Gangguan ini memiliki dampak langsung dan krusial terhadap sistem kabel laut yang menjadi penghubung utama antara Pulau Jawa dan Bali dalam hal pasokan listrik.

Akibat dari gangguan SUTT tersebut, pasokan daya listrik ke Bali melalui empat jalur kabel laut yang normalnya menyalurkan sekitar 270 MW, tiba-tiba mengalami penurunan drastis hingga mencapai 0 MW.

“Terjadi ketimpangan besar antara pasokan daya dan beban di Subsistem Bali. Ini membuat frekuensi listrik anjlok curam di luar batas aman, sehingga seluruh pembangkit, baik milik PLN maupun swasta, termasuk kami, harus melepaskan diri dari jaringan secara otomatis demi menjaga keselamatan unit,” jelas Helmy dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (4/5/2025).

PLTU Celukan Bawang Justru Trip Setelah Pembangkit Lain Lebih Dulu Terlepas dari Sistem

Helmy Rosadi dengan jelas menepis anggapan yang menyebutkan bahwa PLTU Celukan Bawang menjadi pemicu utama terjadinya pemadaman listrik di Bali. Ia mengungkapkan fakta penting terkait kronologi kejadian.

“Faktanya, PLTU Celukan Bawang Unit 2 baru trip (berhenti beroperasi secara otomatis) satu menit setelah pembangkit lain di Bali lebih dulu terlepas dari sistem,” tegasnya.

Baca Juga :  Targetkan Jadi Destinasi Utama, DPRD Kalteng Matangkan Aturan Investasi dan PTSP

Lebih lanjut, Helmy menjelaskan bahwa trip-nya Unit 2 PLTU Celukan Bawang disebabkan oleh sistem kelistrikan yang terganggu secara masif. Gangguan tersebut menyebabkan penyerapan daya reaktif (MVAR) yang sangat tinggi, melebihi batas kapasitas aman pembangkit. Saat kejadian, MVAR yang terserap mencapai angka 228, jauh melampaui batas maksimal yang seharusnya hanya 80 MVAR.

“Ini bukan kesalahan kami. Ini respons otomatis sistem terhadap gangguan besar di jaringan,” imbuhnya dengan menekankan bahwa tindakan tersebut merupakan mekanisme pengamanan standar.

PLTU Celukan Bawang Sigap Lakukan Prosedur Darurat Pasca-Blackout

Setelah terjadinya blackout, tim teknis PLTU Celukan Bawang bergerak cepat dan langsung menjalankan prosedur darurat sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan blackout. Langkah ini meliputi pengecekan menyeluruh terhadap seluruh unit pembangkit untuk memastikan semuanya dalam kondisi aman sebelum dapat dioperasikan kembali dan kembali menyalurkan listrik ke sistem.

Memahami Pemadaman Listrik: Penyebab dan Dampaknya

Pemadaman listrik adalah kondisi terhentinya aliran listrik secara sementara di suatu area. Kejadian ini dapat dikategorikan menjadi dua jenis: terencana dan tidak terencana. Pemadaman terencana umumnya dilakukan oleh penyedia listrik untuk keperluan pemeliharaan atau perbaikan jaringan.

Di sisi lain, pemadaman tak terencana seringkali disebabkan oleh faktor-faktor seperti gangguan teknis pada infrastruktur, kondisi cuaca ekstrem, atau kerusakan peralatan.

Dampak dari pemadaman listrik memiliki spektrum yang luas, mempengaruhi baik masyarakat umum maupun sektor industri. Dalam lingkup rumah tangga, aktivitas sehari-hari seperti memasak, belajar, dan bekerja dari rumah dapat terganggu signifikan.

Bagi dunia usaha dan industri, terhentinya pasokan listrik dapat mengakibatkan kerugian ekonomi akibat terhentinya proses produksi. Fasilitas publik krusial seperti rumah sakit juga sangat rentan terhadap dampak pemadaman, terutama jika tidak memiliki sumber daya listrik cadangan yang memadai.

Baca Juga :  Sah! El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah, Ijab Kabul Berlangsung Khidmat dalam Satu Tarikan Napas

Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik: Persiapan dan Keandalan Jaringan

Untuk mengurangi dampak negatif dari pemadaman listrik, masyarakat dianjurkan untuk memiliki persiapan yang memadai, seperti menyediakan penerangan darurat (senter, lilin), power bank untuk perangkat elektronik, atau bahkan genset kecil sebagai sumber listrik alternatif.

Selain itu, perusahaan penyedia listrik memiliki tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan keandalan jaringan listrik dan memberikan transparansi informasi kepada pelanggan. Pemberitahuan dini terkait jadwal pemadaman listrik terencana sangat membantu masyarakat dalam menyesuaikan aktivitas mereka.

Pemerintah dan penyedia listrik, termasuk Perusahaan Listrik Negara (PLN), terus berupaya memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui berbagai inisiatif, termasuk implementasi teknologi smart grid dan pengembangan sumber energi terbarukan. Di sisi lain, kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan listrik secara bijak juga berkontribusi dalam menjaga kestabilan pasokan listrik.

Dengan adanya kolaborasi yang baik antara pemerintah, penyedia layanan listrik, dan masyarakat, dampak dari pemadaman listrik dapat diminimalisir secara efektif. Ketahanan energi memegang peranan kunci dalam menjaga produktivitas dan kenyamanan hidup di era modern ini.

Peran PLN dalam Ketenagalistrikan Nasional

Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki tanggung jawab utama dalam menyediakan pasokan listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional, PLN secara aktif menjalankan berbagai proyek pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, dan distribusi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

PLN juga terus berinovasi melalui transformasi digital dan inisiatif transisi menuju energi bersih, termasuk pemanfaatan sumber energi terbarukan.

Upaya ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon. Dengan visi menjadi perusahaan energi terkemuka di Asia Tenggara, PLN terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan keandalan pasokan listrik di seluruh penjuru negeri. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go
Bet On Red: Emozioni Rapide e Vittorie Veloce
Chicken Road: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins
Trino Casino: Schnelle Gewinne und High‑Intensity Slots für den schnelllebigen Spieler
Chicken Road : Jeu de Crash Rapide qui Vous Maintient en Alerte
Casinia Casino – Nopeat‑Fire Slot Action Modernille Pelaajille
Dua Wanita Diduga Gasak Emas di Toko, Terekam Kamera Pengawas
Chicken Road: Quick Wins on the Road to Riches
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:45 WIB

Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go

Kamis, 30 April 2026 - 18:37 WIB

Bet On Red: Emozioni Rapide e Vittorie Veloce

Kamis, 30 April 2026 - 17:12 WIB

Chicken Road: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins

Kamis, 30 April 2026 - 16:54 WIB

Trino Casino: Schnelle Gewinne und High‑Intensity Slots für den schnelllebigen Spieler

Kamis, 30 April 2026 - 16:44 WIB

Casinia Casino – Nopeat‑Fire Slot Action Modernille Pelaajille

Kamis, 30 April 2026 - 16:20 WIB

Dua Wanita Diduga Gasak Emas di Toko, Terekam Kamera Pengawas

Kamis, 30 April 2026 - 15:36 WIB

Chicken Road: Quick Wins on the Road to Riches

Kamis, 30 April 2026 - 15:09 WIB

Perkuat Pengawasan! Komisi I dan II DPRD Kalteng Evaluasi LKPj APBD 2025

Berita Terbaru

Berita

Mafia Casino: Quick‑Fire Wins on the Go

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:45 WIB

Berita

Bet On Red: Emozioni Rapide e Vittorie Veloce

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:37 WIB

Berita

Chicken Road: Fast‑Paced Crash Game for Quick Wins

Kamis, 30 Apr 2026 - 17:12 WIB