Puasa Ramadan dan Pasien Ginjal Kronis: Fakta Menarik dan Syarat yang Perlu Diketahui

- Jurnalis

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasien ginjal (freepik)

Ilustrasi pasien ginjal (freepik)

1TULAH.COM-Sebuah fakta menarik diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam, bahwa ibadah puasa Ramadan dapat membantu mengendalikan kondisi pasien penyakit ginjal kronis. Namun, hal ini tidak berlaku untuk semua pasien dan ada syarat-syarat yang perlu diperhatikan.

Manfaat Puasa bagi Pasien Ginjal Kronis

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi, dr. Donnie Lumban Gaol, Sp.PD-KGH, menemukan bahwa pasien dengan penyakit ginjal kronis yang menjalani cuci darah (dialisis) mengalami kondisi tubuh yang lebih terkendali saat berpuasa.

“Pasien-pasien saya yang cuci darah dengan puasa, malah banyak yang lebih terkendali. Dari sisi minum, cairannya, jadi banyak yang artinya lebih bagus,” ujar dr. Donnie dalam acara Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day/WKD) di Jakarta Selatan, Sabtu (15/3/2025).

Syarat dan Kondisi yang Perlu Diperhatikan

Meskipun puasa dapat memberikan manfaat, dr. Donnie mengingatkan bahwa tidak semua pasien cuci darah boleh berpuasa. Pasien dengan penyakit ginjal stadium akhir (gagal ginjal) tidak disarankan untuk berpuasa karena dapat memperburuk kondisi mereka.

Baca Juga :  Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

“Jadi boleh puasa, tapi pada pasien-pasien dengan penyakit ginjal tahap akhir, di mana stadium (eGFR atau penyaringan) di bawah 15, kita enggak sarankan puasa. karena itu makin memperberat, harmful (berbahaya) untuk penyakit ginjalnya,” papar dr. Donnie.

Pasien yang diperbolehkan berpuasa adalah mereka yang berada di stadium 3 dan 4, dengan tetap memperhatikan kondisi ginjal dan dalam pemantauan dokter.

“Kalau stadium 3 hingga 4, kita masih perbolehkan dengan memperhatikan kondisi ginjalnya sendiri. Jadi banyak hal yang kita bisa nilai,” jelasnya.

Pentingnya Memahami Stadium Penyakit Ginjal Kronis

Kondisi penyakit gagal ginjal sangat dipengaruhi oleh laju filtrasi glomerulus (eGFR). Berikut adalah stadium penyakit ginjal kronis:

  • Stadium 1: eGFR > 90 ml/menit (kerusakan ringan)
  • Stadium 2: eGFR 60-89 ml/menit (kerusakan ringan)
  • Stadium 3: eGFR 30-59 ml/menit (penurunan GFR sedang)
  • Stadium 4: eGFR 15-29 ml/menit (penurunan GFR berat)
  • Stadium 5 (gagal ginjal): eGFR < 15 ml/menit (membutuhkan dialisis atau transplantasi)
Baca Juga :  Polisi Tetapkan 15 Pelaku Utama Kerusuhan di Stadion Lukas Enembe

Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis

Prevalensi penyakit ginjal kronis (PGK) terus meningkat di Indonesia. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

“Deteksi dini PGK menjadi kunci pencegahan untuk memperlambat atau menghentikan perkembangan penyakit ginjal,” ungkap dr. Donnie.

Data dan Fakta Penting

  • WHO: Pada 2020, 254.028 kasus kematian akibat gagal ginjal kronis.
  • Riskesdas 2018: Prevalensi PGK 0,38% dari total populasi Indonesia.
  • Kemenkes : 1 dari 10 orang di indonesia mengalami penyakit ginjal.
  • IRR : peningkatan signifikan jumlah pasien yang menjalani terapi hemodialisis. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel
Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:12 WIB

Haji Isam Investasi Rp6,3 Triliun Bangun Smelter Nikel Pertama di Kalsel

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:26 WIB

Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Berita Terbaru

Wabup Rahmanto menyerahkan bantuan di Pondok Pesantren Nailul Authar, Desa Danau Usung, Senin (25/5/2026).

Daerah

Pemkab Murung Raya Salurkan 80 Ekor Sapi Kurban

Senin, 25 Mei 2026 - 15:03 WIB