Megawati Instruksikan BMKG Belajar dari Kebakaran Besar yang Melanda di Los Angeles

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kebakaran di Los Angeles. (Pixabay/ skeeze)

Ilustrasi kebakaran di Los Angeles. (Pixabay/ skeeze)

 

1TULAH.COM – Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri meminta pemerintah, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk mencermati perubahan iklim serta mengambil pelajaran dari kebakaran besar yang baru-baru ini terjadi di Los Angeles, Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Megawati setelah berbicara dengan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat Al Gore saat jeda dalam acara World Leaders Summit on Children’s Rights di Vatikan, Roma, Italia, pada Senin.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Dalam percakapannya, Megawati menanyakan penyebab kebakaran besar di Los Angeles yang ternyata berkaitan dengan kekeringan serta masalah dalam sistem air untuk pemadaman, sehingga api menyebar luas.

Al Gore menjelaskan bahwa panas yang terperangkap dalam sistem mengganggu siklus air dan menyebabkan fenomena yang disebut hydroclimate whiplash.

Ia menuturkan bahwa Los Angeles mengalami dua musim dingin yang sangat basah secara berturut-turut, yang menyebabkan pertumbuhan vegetasi meningkat.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Namun, setelah hujan berhenti pada bulan Maret lalu, wilayah tersebut mengalami kekeringan selama sepuluh bulan, menyebabkan tanaman yang sebelumnya tumbuh subur menjadi kering dan mudah terbakar.

Megawati menekankan pentingnya mempelajari serta mengantisipasi kejadian serupa agar tidak terjadi di Indonesia.

Saat menjadi panelis di World Leaders Summit on Children’s Rights, ia juga membahas bagaimana perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi kelangsungan hidup manusia dan bumi, terutama bagi anak-anak.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru