1TULAH.COM – Wakil Presiden AS Kamala Harris menyebutkan pada hari Jumat jika ia akan memangkas persyaratan gelar sarjana untuk pekerjaan federal tertentu jika nantinya terpilih sebagai presiden usai pemilihan umum 5 November di mana ia akan berhadapan dengan mantan Presiden Republik Donald Trump.
Kandidat presiden dari Partai Demokrat tersebut mengatakan AS harus mengakui pentingnya jalur menuju kesuksesan di luar gelar sarjana, seperti program magang dan teknis.
“Sebagai presiden, saya akan menyingkirkan persyaratan gelar yang tidak perlu untuk pekerjaan federal guna menambah lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang tidak memiliki gelar sarjana,” kata Harris dalam pidatonya.
Gelar tak selalu menunjukkan keterampilan seseorang, kata Harris. Ia menambahkan: “Dan saya akan menantang sektor swasta untuk melakukan hal yang sama.”
Baik Harris maupun Trump sudah mencoba menarik pemilih dengan janji-janji ekonomi. Harris menyebutkan bahwa ia akan berupaya untuk meloloskan pemotongan pajak kelas menengah. Trump sudah menganjurkan pemotongan pajak atas upah lembur. Keduanya mendukung penghapusan pajak atas tip.
Pidato Harris di Wilkes-Barre, Pennsylvania, juga menghadapi sejumlah gangguan dari para pengunjuk rasa yang menentang dukungan AS terhadap perang Israel di Gaza yang sudah menewaskan puluhan ribu orang dan menyebabkan krisis kemanusiaan. Hal ini menyusul serangan mematikan pada 7 Oktober di Israel oleh militan Hamas Palestina.
Demonstran di AS sudah berbulan-bulan menuntut diakhirinya perang dan pembatasan pengiriman senjata ke Israel.
Harris menegaskan kembali dukungannya terhadap gencatan senjata dan kesepakatan pembebasan sandera.
“Sekarang saatnya untuk mendapatkan kesepakatan sandera dan gencatan senjata,” kata Harris saat disela. “Saya menghormati suara Anda, tetapi saat ini, saya berbicara,” tambahnya.
Harris bersaing ketat dengan Trump. Para pengamat menyebutkan bahwa jika warga Amerika Muslim dan Arab, yang sebagian besar memilih Demokrat dalam pemilihan presiden terakhir, menahan suara mereka, peluang Harris akan tercoreng
Penulis : Wanda Hanifah Pramono
Sumber Berita : Suara.com

![Salah satu episode di Ini Talkshow Net TV. [YouTube Net TV]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/sule-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)



