Kecelakaan Maut di Tol Boyolali, Bayi 9 Bulan Turut Jadi Korban

- Jurnalis

Minggu, 14 Juli 2024 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

1TULAH.COM – Bayi berusia 9 bulan turut menjadi salah satu korban meninggal dunia pada kecelakaan maut yang terjadi di ruas tol Solo-Ngawi, tepatnya di Km 498+800 jalur B wilayah Boyolali, Jawa Tengah.

Berdasarkan data dari kepolisian di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bayi berinisial A itu mengalami luka di bagian kepala.

Selain itu, korban lain yang masih berusia balita yakni AMF berumur 4 tahun juga mengalami luka di bagian kepala.

Baca Juga :  Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Korban lain yang meninggal akibat kecelakaan itu, diantaranya Achmad Rodiuzein (26), H Abdul Manan (69), Ahmad Fendi Ghozali (24), dan Rifatul Fatati (27).

Petrus Parningotan Silalahi, Kapolres Boyolali AKBP menyebutkan seluruh korban meninggal dunia dibawa ke RSUD Pandan Arang Boyolali, sementara korban luka ada yang dibawa ke RS UNS dan RSUD Dr Moewardi Solo.

Sebelumnya, sebanyak enam orang meninggal dunia dalam kecelakaan di tol Solo-Ngawi tepatnya di Km 498+800 jalur B atau dari arah Surabaya menuju Jakarta.

Baca Juga :  Usut Tuntas Karhutla: Polri Identifikasi 97 Perusahaan Terlibat Kasus Pembakaran Hutan di Sumatra dan Kalimantan

Kecelakaan itu melibatkan mobil elf yang berisikan 22 penumpang. Berdasarkan informasi di lapangan, kecelakaan terjadi pada pukul 03.15 WIB, Sabtu (13/7/2024).

Ia mengatakan kini pengemudi Isuzu elf yang membawa 22 penumpang itu mengalami luka ringan.

Terkait hal tersebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait penyebab kecelakaan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis
BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas
Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:02 WIB

BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos Sembako & Cegah Stunting untuk 878 KPM di Jenamas

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Berita Terbaru