BMKG Temukan Fakta Baru di Kejadian Gempa Batang

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juli 2024 - 20:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gempa (sumber: suara.com)

Ilustrasi gempa (sumber: suara.com)

 

1TULAH.COM – Wilayah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali diguncang gempa susulan bermagnitudo 3,0 pada Sabtu (13/7/2024) pukul 07.38 WIB. Ini merupakan gempa susulan keempat sejak awal Juli.

Sebelumnya, tiga gempa susulan terjadi pada Minggu, 7 Juli 2024, dengan magnitudo M2,2 pada pukul 15.35 WIB; M2,5 pada pukul 18.07 WIB; dan M1,9 pada pukul 18.28 WIB.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan episenter gempa terletak di darat, 6 km barat daya Batang, dengan kedalaman 5 km. Gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

Baca Juga :  Orang Tua Wajib Tahu: Mengapa Asap Kebakaran Hutan Sangat Berbahaya Bagi Balita?

“Terkait gempa Batang dengan magnitudo M4,4 yang merusak puluhan rumah beberapa hari lalu, beberapa pengamat kebencanaan menduga bahwa gempa Batang-Pekalongan dipicu oleh aktivitas Sesar Kendeng-Baribis khususnya Segmen Pekalongan,” kata Daryono.

Daryono menjelaskan bahwa Segmen Sesar Pekalongan memiliki mekanisme sesar naik (thrusting), sementara gempa Batang terjadi karena deformasi oleh sesar aktif dengan mekanisme mendatar atau geser (strike-slip).

“Peta tektonik Pulau Jawa (lama) menurut Situmorang et al. (1976) telah mengidentifikasi sistem sesar dengan mekanisme mendatar mengiri (sinistral) di wilayah Batang-Pekalongan,” jelasnya.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Daryono menambahkan bahwa lokasi episenter gempa tampak tepat di jalur sesar geser mengiri di Batang. Oleh karena itu, gempa Batang diyakini bukan dipicu oleh Sesar Kendeng-Baribis Segmen Pekalongan.

Gempa susulan dirasakan oleh warga Batang dengan skala intensitas III MMI, dengan getaran seperti truk melintas. Banyak warga lari keluar rumah karena guncangan tiba-tiba tersebut.

Penulis : Dedy Hermawan

Berita Terkait

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok
Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan
Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN
Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti
9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari
Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN
Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten
Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Pemkab Barito Selatan Raih APBN Rp 115 Miliar untuk Pengembangan RSUD Jaraga Sasameh Buntok

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:03 WIB

Bupati Eddy Raya Samsuri Resmi Lantik Dr. Ita Minarni Sebagai Sekda Definitif Barito Selatan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Minggu, 25 Oktober 2026 - 05:50 WIB

Satgas PKH Tegaskan Lahan Bekas Karhutla Dilarang Jadi Kebun Sawit, Sanksi Pidana Menanti

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:10 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Usia 45 Tahun ke Atas akibat Sinar Matahari

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Kerusakan Hutan & Konflik Agraria: WALHI Sebut Satgas PKH Hanya “Ganti Pemain” ke BUMN

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Polda Kalsel Sidik 13 Korporasi Karhutla: Terlibat Modal Asing, Tersebar di 4 Kabupaten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini

Berita Terbaru