1TULAH.COM – Film tidak hanya digunakan sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai medium untuk menyampaikan pesan-pesan penting dan memperjuangkan isu-isu sosial. Ini tercermin dengan jelas dalam film “Vina: Sebelum 7 Hari,” yang tidak hanya bertujuan untuk menghibur penonton, tetapi juga untuk menyuarakan perjuangan keadilan dalam kasus nyata. Nayla D. Purnama, yang memerankan peran utama dalam film tersebut, mengungkapkan bahwa pembuatan film ini merupakan proses yang tidak mudah. Meskipun menghadapi kontroversi dari beberapa netizen, Nayla tetap berpegang pada tujuan awalnya untuk menyampaikan pesan yang berbeda.
Film ini diadaptasi dari kisah nyata yang memiliki judul yang sama. Awalnya, Nayla direncanakan untuk memerankan karakter Linda, teman dari Vina, namun akhirnya dipilih untuk memerankan Vina sendiri karena kesamaan wajah dengan almarhumah. Nayla sangat terharu dengan dukungan yang diberikan oleh keluarga Vina, terutama neneknya yang menyambutnya dengan hangat.
Meskipun mendapat kontroversi, Nayla yakin bahwa film ini memiliki tujuan yang mulia, yaitu memperjuangkan keadilan bagi korban kasus Vina dan Rizky. Dia berharap bahwa film ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menyelesaikan kasus tersebut dan mengungkap pelakunya.
Selama proses syuting, Nayla juga menghadapi tantangan fisik yang intens, terutama dalam film horor yang dia gemari. Meskipun namanya baru mulai dikenal belakangan ini, Nayla telah lama berada di dunia akting dan sering mengalami kegagalan dalam proses casting. Baginya, setiap karakter yang dia perankan merupakan tantangan yang harus dia hadapi dan taklukkan.
Meskipun sibuk dengan karier aktingnya, Nayla tetap menjaga keseimbangan dengan tetap aktif di sekolah dan tidak mengesampingkan pendidikannya. Dia berharap bahwa kontribusinya dalam film “Vina: Sebelum 7 Hari” dapat mencerminkan perjuangannya dalam membantu kasus nyata yang diangkat dalam cerita film tersebut.


![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



![Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Valter Antonio Dauce Nhacussa (kanan) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/ranking-fifa-225x129.jpg)
![Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (8/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/spbu-pal-225x129.jpg)







![Pesepak bola Timnas Indonesia Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Mozambik Valter Antonio Dauce Nhacussa (kanan) dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nym]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/ranking-fifa-360x200.jpg)
![Pengendara mengisi bensin untuk kendaraannya di SPBU Pertamina, kawasan Palmerah, Jakarta, Jumat (8/5/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/spbu-pal-360x200.jpg)






![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


