KPK sebut Bos Rokok HS Mangkir dari Panggilan pada Kasus Bea Cukai

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut M. Suryo, bos rokok bermerek HS, tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 2 April.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa yang bersangkutan tidak hadir tanpa memberikan konfirmasi.

KPK pun akan kembali melayangkan surat panggilan dan mengimbau agar para saksi bersikap kooperatif dalam proses penyidikan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Menurut Budi, keterangan saksi sangat penting untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.

Sementara itu, kehadiran dua saksi lain, yakni Arief Harwanto dan Johan Sugiharto, masih belum dipastikan secara rinci oleh pihak KPK.

Nama Suryo sebelumnya juga pernah muncul dalam perkara dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada 2023.

Ia diduga menerima aliran dana dalam praktik yang dikenal sebagai sleeping fee terkait pengaturan proyek.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Kemitraan dengan Investor

Dalam pengembangan kasus ini, KPK turut mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah pihak dari internal Bea dan Cukai serta swasta. Penetapan tersangka dilakukan setelah operasi tangkap tangan yang berlangsung pada awal Februari.

Para pelaku diduga melakukan manipulasi pembelian pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar. Praktik tersebut diduga merugikan negara dan kini masih terus didalami oleh penyidik KPK.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Berita Terbaru