KPK sebut Bos Rokok HS Mangkir dari Panggilan pada Kasus Bea Cukai

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 17:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gedung KPK.

Ilustrasi Gedung KPK.

1TULAH.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut M. Suryo, bos rokok bermerek HS, tidak memenuhi panggilan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 2 April.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa yang bersangkutan tidak hadir tanpa memberikan konfirmasi.

KPK pun akan kembali melayangkan surat panggilan dan mengimbau agar para saksi bersikap kooperatif dalam proses penyidikan.

Baca Juga :  Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati

Menurut Budi, keterangan saksi sangat penting untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.

Sementara itu, kehadiran dua saksi lain, yakni Arief Harwanto dan Johan Sugiharto, masih belum dipastikan secara rinci oleh pihak KPK.

Nama Suryo sebelumnya juga pernah muncul dalam perkara dugaan suap di Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan pada 2023.

Ia diduga menerima aliran dana dalam praktik yang dikenal sebagai sleeping fee terkait pengaturan proyek.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca BMKG 24 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Kota-Kota Ini

Dalam pengembangan kasus ini, KPK turut mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah pihak dari internal Bea dan Cukai serta swasta. Penetapan tersangka dilakukan setelah operasi tangkap tangan yang berlangsung pada awal Februari.

Para pelaku diduga melakukan manipulasi pembelian pita cukai dengan tarif lebih rendah dalam jumlah besar. Praktik tersebut diduga merugikan negara dan kini masih terus didalami oleh penyidik KPK.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!
Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto
Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?
Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47 WIB

SE Mendagri Nomor 400.5/8545/SJ: Pemda Wajib Awasi Dapur Gizi di Daerah!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Momen Hangat Hari Sumpah Pemuda: Presiden Prabowo Pimpin Pembacaan Ikrar Bersama Siswa SD Didampingi Titiek Soeharto

Kamis, 29 Oktober 2026 - 07:48 WIB

Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Berita Terbaru