Investasi PBS Masuk Desa, Bambang Irawan: Prioritaskan Kesejahteraan Warga, Bukan Oknum!

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. Foto:Dok/1tulah.com

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Masuknya investasi Perusahaan Besar Swasta (PBS) ke wilayah pedesaan di Kalimantan Tengah (Kalteng) seharusnya menjadi angin segar bagi pembangunan ekonomi lokal. Namun, realita di lapangan seringkali berbanding terbalik.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan, memberikan peringatan keras kepada seluruh pemerintah desa agar tetap teguh menempatkan kepentingan dan kesejahteraan warga sebagai prioritas utama di atas segalanya.

Investasi Harus Sejalan dengan Aspirasi Masyarakat

Menurut Bambang, kehadiran PBS di tengah-tengah desa semestinya menciptakan sinergi yang harmonis, bukan justru memicu konflik internal antara perangkat desa dan warganya sendiri. Ia menekankan bahwa investasi yang sehat adalah investasi yang mendengarkan suara rakyat.

“Ketika investasi masuk ke desa, keberadaannya wajib sejalan dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat setempat,” ujar Bambang, Jumat (6/2/2026).

Waspada Taktik “Adu Domba” ala Kolonial

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini mengaku prihatin dengan maraknya gesekan antara pamong desa dan warga belakangan ini. Bambang menilai kondisi tersebut sering kali merupakan hasil dari pola pendekatan perusahaan yang tidak etis demi memuluskan operasional mereka.

Baca Juga :  Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Bambang menyoroti adanya kecenderungan perusahaan yang hanya mendekati figur-figur strategis di desa tanpa memedulikan dampak sosial secara luas.

  • Pola Pendekatan Tidak Sehat: Perusahaan hanya “mengamankan” kepala desa atau segelintir elit desa.

  • Dampak Negatif: Munculnya kecurigaan antarwarga dan rusaknya tatanan sosial desa.

  • Kritik Keras: Bambang menyamakan pola ini dengan taktik politik adu domba zaman kolonial yang memecah belah masyarakat dari dalam.

Dorong Transparansi Dana CSR untuk Fasilitas Publik

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Bambang Irawan mendorong seluruh PBS—baik yang bergerak di sektor pertambangan, perkebunan sawit, maupun industri lainnya—untuk lebih terbuka dalam penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Ia menegaskan bahwa dana CSR bukanlah “uang tutup mulut” untuk oknum tertentu, melainkan hak masyarakat untuk mendapatkan kompensasi atas pemanfaatan sumber daya alam di wilayah mereka.

“Daripada dana CSR hanya dinikmati segelintir oknum, akan jauh lebih baik jika dialokasikan untuk fasilitas publik. Dampaknya pasti lebih dirasakan masyarakat luas,” tegasnya.

Masyarakat Diminta Aktif Awasi Kinerja Perangkat Desa

Menutup pernyataannya, Bambang mengajak seluruh lapisan masyarakat desa untuk tidak pasif. Ia meminta warga aktif mengawasi kinerja perangkat desa dalam mengelola hubungan dengan pihak investor.

Jika ditemukan adanya indikasi pelanggaran hukum atau praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam proses masuknya investasi, warga diminta untuk berani melapor ke pihak berwajib.

“Kalau ada perangkat desa yang melenceng, apalagi terindikasi KKN, segera laporkan. Kita negara hukum. Mereka dipilih untuk melayani rakyat, bukan sebaliknya,” pungkas legislator yang membidangi ekonomi dan sumber daya alam tersebut. (Ingkit)

Berita Terkait

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun
Skandal Suap Pengadaan Smart Board & Chromebook Muara Enim senilai Rp62,86 Miliar: Terungkapnya Kongkalikong di Jakarta
Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap
Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik
Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru
Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla
KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Rabu, 2 September 2026 - 13:39 WIB

Pemkab Barsel Sediakan Rumah Oksigen Gratis Akibat Kabut Asap

Rabu, 2 September 2026 - 13:31 WIB

Kehadiran Arya Wedakarna di Miss Equality World 2026 Bangkok Tuai Sorotan Publik

Rabu, 2 September 2026 - 12:43 WIB

Manchester City Rekrut Enzo Fernandez, Gelandang Argentina Jadi Amunisi Baru

Rabu, 2 September 2026 - 12:12 WIB

Rahasia Sains di Balik Fenomena Matahari Berwarna Merah Saat Bencana Karhutla

Rabu, 2 September 2026 - 12:04 WIB

KPK Duga Pemerasan Izin Tinggal WNA di Ditjen Imigrasi Masih Marak Pasca-OTT

Selasa, 1 September 2026 - 17:31 WIB

Karhutla Disebut Bencana Kemanusiaan, Ketua DPRD Kalteng Desak Pemprov dan Forkopimda Naikkan Status Siaga Darurat

Berita Terbaru