Pasca Gempa Pacitan, BMKG DIY Imbau Warga Waspadai Gempa Susulan dan Kondisi Bangunan

- Jurnalis

Jumat, 6 Februari 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lustrasi-- Bangunan yang ambruk akibat gempa bumi. [Antara/Budi Candra Setya/bar]

lustrasi-- Bangunan yang ambruk akibat gempa bumi. [Antara/Budi Candra Setya/bar]

1TULAH.COM-Wilayah Pacitan, Jawa Timur, dan sekitarnya dikejutkan oleh guncangan gempa bumi tektonik pada Jumat dini hari (6/2/2026).

Meskipun pusat gempa berada di laut, dampak getarannya terasa cukup kuat hingga ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di Kabupaten Bantul yang melaporkan adanya kerusakan fisik dan korban luka.

Detail Lokasi dan Parameter Gempa BMKG

Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 01.06 WIB. Berikut adalah rincian teknis mengenai gempa tersebut:

  • Magnitudo: 4,2

  • Lokasi Episentrum: 8,99° Lintang Selatan dan 111,18° Bujur Timur.

  • Titik Koordinat: Berjarak sekitar 90 kilometer tenggara Pacitan, Jawa Timur.

  • Kedalaman: 10 kilometer (Dangkal).

  • Potensi Tsunami: BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Dampak Kerusakan di Bantul, Yogyakarta

Meskipun kekuatan gempa berada di skala menengah, kedalamannya yang dangkal memicu kerusakan di beberapa titik di Kabupaten Bantul. Laporan Situasi (SITREP) dari Pusdalops PB BPBD Bantul hingga pukul 03.45 WIB menunjukkan dampak nyata di lapangan.

Baca Juga :  BNPB: 17.942 Hektare Lahan Karhutla Belum Padam, Kalimantan Tengah Jadi Prioritas Utama

Kerusakan Bangunan

Terdapat empat titik lokasi yang mengalami kerusakan fisik yang mencakup:

  1. Tiga unit rumah tinggal.

  2. Satu tempat ibadah.

Wilayah terdampak tersebar di beberapa Kapanewon, yakni:

  • Kapanewon Imogiri

  • Kapanewon Jetis

  • Kapanewon Pundong

  • Kapanewon Kasihan

Korban Luka-Luka

Selain kerugian materiil, tercatat sebanyak tujuh orang mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan atau kepanikan saat gempa terjadi. Saat ini, para korban telah mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat:

  • 3 Orang: Dirawat di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

  • 3 Orang: Dirawat di RSUD Panembahan Senopati.

  • 1 Orang: Dirujuk ke fasilitas kesehatan lainnya.

Aktivitas Gempa Susulan (Aftershocks)

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada namun tidak panik. Koordinator Tim Observasi Stasiun Geofisika BMKG DIY, Budiarta, melaporkan bahwa aktivitas seismik di selatan Jawa masih terus dipantau.

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Hingga pukul 06.58 WIB, instrumen BMKG telah merekam sebanyak 19 kali gempa susulan. Rentang magnitudo gempa susulan ini bervariasi antara 1,9 hingga 4,0.

“Kami mencatat adanya 19 kali gempa susulan hingga pagi ini. Masyarakat diminta untuk memastikan bangunan rumah tetap kokoh sebelum kembali masuk ke dalam ruangan,” ujar Budiarta.

Status Pendataan Terkini

Hingga saat ini, petugas BPBD dan instansi terkait masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan menyeluruh. Perlu dicatat bahwa seluruh data kerusakan dan jumlah korban saat ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan masuknya laporan dari wilayah-wilayah terpencil.

Tips Keselamatan Pascagempa:

  • Periksa kondisi bangunan Anda, pastikan tidak ada retakan besar pada struktur utama.

  • Hindari berada di dekat lereng atau tebing yang rawan longsor akibat guncangan.

  • Pantau informasi resmi hanya melalui kanal komunikasi BMKG dan BPBD setempat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Berita Terbaru

Sekda Mura, Lynda Kristiane, saat mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Jamkrida Kalimantan Tengah Tahun 2026 secara daring melalui Zoom dari Aula A Kantor Bupati Mura, Jumat (30/10/2026).

Berita

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:32 WIB