SBY Siap Tempuh Jalur Hukum Soal Isu Ijazah Jokowi, Analis: Strategi Cegah Spekulasi Konflik Elite

- Jurnalis

Kamis, 1 Januari 2026 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang sebelum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). [ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga]

Presiden ketujuh RI Joko Widodo (kanan) dan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang sebelum Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2025 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (15/8/2025). [ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga]

1TULAH.COM-Hubungan politik antara Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kini menjadi sorotan publik.

Langkah tegas SBY yang berencana menempuh jalur hukum terhadap akun-akun penyebar fitnah terkait isu ijazah palsu Jokowi dinilai bukan sekadar upaya pembersihan nama baik, melainkan strategi politik tingkat tinggi.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, membaca langkah ini sebagai upaya serius SBY untuk memutus narasi negatif yang mencoba membenturkan dirinya dengan Jokowi.

Memutus Rantai Fitnah dan Spekulasi Konflik

Menurut Arifki, SBY ingin memberikan batasan yang jelas agar spekulasi liar di media sosial tidak berkembang menjadi bola salju konflik antar-tokoh bangsa. Dengan menargetkan sumber tudingan melalui jalur hukum, SBY menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat dalam substansi debat ijazah.

“Langkah hukum yang diambil oleh Pak SBY tepat. Diamnya SBY selama ini tidak menguntungkan karena isu ijazah Jokowi dinikmati oleh berbagai kelompok politik. Jika tidak disikapi, situasi ini akan mengunci ruang komunikasi antara SBY dan Jokowi di masa depan,” ujar Arifki, Kamis (1/1/2026).

Poin Utama Analisis Arifki Chaniago:

  • Klarifikasi Posisi Politik: SBY ingin memperjelas bahwa dirinya tidak berada dalam barisan yang mencoba mendelegitimasi Jokowi.

  • Menjaga Hubungan Baik: Mempertahankan relasi yang sudah harmonis, terutama setelah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masuk dalam kabinet sebagai Menteri ATR/BPN.

  • Stabilitas Menuju 2029: Mencegah eskalasi konflik elite yang bisa dimanfaatkan oleh aktor politik lain menjelang kompetisi 2029.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Demokrat Geram: SBY Terganggu dengan Fitnah Anonim

Sebelumnya, Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief, mengungkapkan bahwa SBY merasa sangat terganggu dengan gelombang fitnah di media sosial, khususnya TikTok. Akun-akun anonim tersebut menggiring opini seolah SBY adalah dalang di balik gerakan Roy Suryo terkait isu ijazah.

“Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan akun anonim… seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi. Bahkan ada yang menyebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati. Ini tidak benar,” tegas Andi Arief melalui unggahan di akun X miliknya.

Andi menjelaskan bahwa keseharian SBY saat ini jauh dari intrik politik praktis. SBY lebih fokus pada kegiatan seni seperti melukis, membina klub bola voli LavAni, dan menghabiskan waktu di Pacitan. Urusan politik harian telah sepenuhnya didelegasikan kepada AHY.

Baca Juga :  Pemkab Mura Gelar Pasar Murah, Jaga Stabilitas Harga

Menjaga Keseimbangan Elite Jelang RUU Pemilu 2026

Langkah hukum SBY juga dipandang strategis mengingat agenda politik nasional yang akan semakin dinamis. Pada tahun 2026, Indonesia dijadwalkan masuk dalam pembahasan RUU Pemilu.

Arifki menilai Jokowi masih merupakan figur sentral dalam kerangka keseimbangan elite. Dengan meredam isu personal melalui jalur hukum, SBY sebenarnya sedang melakukan investasi politik untuk menjaga stabilitas nasional.

“Dalam politik, menjaga hubungan tidak selalu dilakukan melalui dukungan terbuka, tetapi juga dengan membatasi eskalasi konflik. Pilihan SBY untuk tidak masuk ke ruang debat publik soal ijazah adalah upaya menjaga jarak dari konflik sekaligus mempertahankan relasi dengan Jokowi,” tambah Arifki.

Politik Putih SBY

Partai Demokrat menegaskan akan memberikan somasi dan menempuh jalur hukum jika serangan terhadap martabat SBY terus berlanjut. Hal ini sesuai dengan prinsip “Politik Putih” yang selalu diajarkan SBY: tidak menyerang dan tidak memfitnah, namun akan melawan jika dizalimi.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas komunikasi antara para mantan pemimpin negara adalah kunci utama dalam menghadapi transisi dan dinamika politik Indonesia ke depan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru