Realita IHSG 2025: Gagal Tembus 9.000, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tetap Optimis Sambut 2026

- Jurnalis

Rabu, 31 Desember 2025 - 18:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima pesan khusus dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ia sowan ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Antara]

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima pesan khusus dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat ia sowan ke Istana Wapres di Jakarta, Jumat (17/10/2025). [Antara]

1TULAH.COM-Optimisme tinggi yang sebelumnya dihembuskan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai pergerakan pasar modal Indonesia akhirnya harus berhadapan dengan realita pasar di penghujung tahun 2025.

Meski sempat memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bakal menembus angka psikologis 9.000, data perdagangan menunjukkan hasil yang sedikit berbeda.

Penutupan Bursa 2025: IHSG Parkir di Level 8.646

Pada hari terakhir perdagangan bursa tahun 2025, Selasa (30/12/2025), IHSG ditutup menguat tipis sebesar 0,03% atau bertambah 2,68 poin. Pergerakan moderat ini membawa indeks parkir di level 8.646,93.

Angka ini menunjukkan selisih yang cukup lebar, yakni sekitar 353 poin, dari target ambisius 9.000 yang diprediksi sebelumnya. Menanggapi capaian tersebut, Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pembelaannya.

“Harusnya kalau kemarin desainnya sesuai dengan desain saya, sekarang sudah 9.000, tapi kan sudah itu sedikit (hampir mendekati),” ujar Purbaya saat ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2025).

Faktor Penahan Laju Indeks di Semester II-2025

Meskipun gagal mencapai target 9.000, performa IHSG di level 8.600-an sebenarnya masih menunjukkan tren positif jika dibandingkan dengan posisi pembukaan awal tahun. Namun, beberapa sentimen negatif di paruh kedua tahun 2025 menjadi “rem” bagi penguatan indeks:

  1. Dinamika Geopolitik Global: Ketegangan di berbagai belahan dunia memicu ketidakpastian pasar yang membuat investor cenderung bermain aman.

  2. Kebijakan Suku Bunga: Sikap waspada investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral global yang masih fluktuatif.

  3. Harga Komoditas: Fluktuasi harga komoditas global yang berdampak langsung pada emiten-emiten besar di bursa domestik.

  4. Aksi Beli yang Kurang Agresif: Meski aliran modal asing (foreign inflow) terpantau masuk, intensitasnya tidak seagresif yang diharapkan pemerintah.

Baca Juga :  Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Proyeksi 2026: Kebijakan Sinkron, Ekonomi Melaju

Menatap tahun depan, Menkeu Purbaya kembali melontarkan optimisme yang lebih kuat. Ia meyakini bahwa tahun 2026 akan menjadi panggung bagi IHSG untuk terbang lebih tinggi lagi, didorong oleh fundamental ekonomi yang semakin kokoh.

Baca Juga :  Ancaman Pemotongan Internet Singapura Dijawab Santai Menkomdigi Meutya Hafid: Siapa yang Sebenarnya Rugi?

“Lebih (tinggi) kalau tahun depan ya. Akhir tahun depan kan? Lebih pasti. Ke depan dengan kebijakan semakin sinkron dan ekonominya semakin bagus, harusnya IHSG akan naik lebih cepat,” jelas Purbaya.

Analisis pasar menunjukkan bahwa sinkronisasi kebijakan antara fiskal dan moneter akan menjadi kunci utama. Jika stabilitas ekonomi terjaga dan transmisi kebijakan berjalan mulus, level 9.000 yang tertunda di tahun 2025 bukan tidak mungkin akan terlampaui dengan mudah di tahun 2026.

Tahun 2025 ditutup sebagai tahun “hampir sampai” bagi target ambisius pemerintah di pasar modal. Meskipun realita pasar berkata lain, ketahanan IHSG di level 8.600 menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya pikat di mata investor global.

Kini, fokus pelaku pasar tertuju pada janji pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sinkron di tahun 2026. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru